RADARBANTEN.CO.ID – iPhone menggunakan baterai lithium-ion yang canggih, namun tetap mengalami penurunan performa seiring waktu. Umumnya, setelah sekitar 500 siklus pengisian daya, kapasitas baterai iPhone bisa turun hingga sekitar 80 persen dari kondisi awal.
Karena itu, pola penggunaan yang tepat dinilai dapat memperlambat degradasi baterai. Dikutip dari laman ibgadgetstore.id, pengguna disarankan menjaga level daya agar tidak terlalu sering berada di kondisi ekstrem, baik terlalu rendah maupun terlalu penuh.
Pengisian daya sebaiknya dilakukan saat baterai berada di kisaran 20–30 persen, bukan menunggu hingga 0 persen. Sebaliknya, charger disarankan dicabut ketika daya sudah mencapai 80–90 persen, bukan terus dibiarkan hingga 100 persen.
Selain itu, suhu juga berpengaruh besar terhadap kesehatan baterai. Pengguna diminta menghindari penggunaan atau pengisian iPhone di suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin.
iPhone juga sebaiknya tidak digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain gim atau streaming dalam waktu lama sambil tetap dicas karena dapat memicu panas berlebih.
Penggunaan charger dan kabel resmi atau bersertifikasi Made for iPhone (MFi) juga menjadi faktor penting. Aksesori tidak resmi berpotensi menghasilkan arus dan tegangan tidak stabil yang dapat mempercepat kerusakan baterai.
Apple juga telah menyediakan sejumlah fitur untuk menjaga kesehatan baterai, seperti Optimized Battery Charging dan Low Power Mode. Pengguna disarankan selalu memperbarui sistem operasi iOS ke versi terbaru agar fitur-fitur pengelolaan daya dapat bekerja optimal.
Editor: Mastur Huda











