PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 148 Sekolah Dasar (SD) telah menerima bantuan smart TV berbasis digitalisasi pendidikan.
Jumlah tersebut berasal dari total 850 SD negeri dan 23 sekolah swasta yang ada di wilayah Pandeglang.
Bantuan smart TV ini merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang menyalurkan 330 ribu unit smart board atau smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program ini disebut sebagai upaya memperluas akses pembelajaran digital, terutama di daerah terpencil.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Pandeglang, Wawan Munawar, mengatakan program bantuan smart TV dari Presiden Prabowo mulai menyentuh sekolah-sekolah di Pandeglang.
“Program ini cukup baik dari Presiden Prabowo. Harapannya semua anak, baik dari keluarga miskin, menengah, maupun mampu bisa merasakan pembelajaran yang sama. Tidak ada yang termarginalkan,” kata Wawan kepada wartawan, Minggu 28 September 2025.
Selain perangkat smart TV, pemerintah juga menyiapkan dukungan infrastruktur. Sekolah yang tidak memiliki listrik akan dibekali solar panel, sementara yang terkendala jaringan internet akan dipasangi akses satelit Starlink.
Namun, Wawan mengakui pihaknya belum menerima laporan detail terkait jumlah unit yang sudah terpasang di sekolah.
Distribusi dilakukan langsung oleh pemerintah pusat sehingga data yang dimiliki Disdikpora masih bersifat sementara.
“Rekapnya belum ada di kami, karena memang distribusi dilakukan langsung ke sekolah oleh pemerintah pusat. Kami di daerah hanya sebagai user, penerima manfaat,” ujarnya.
Meski begitu, sejumlah sekolah di Pandeglang disebut sudah menerima dan memasang smart TV tersebut. Tantangan berikutnya ada pada kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Wawan menyebut, saat ini Disdikpora baru mengirim empat orang perwakilan guru untuk mengikuti pelatihan penggunaan smart TV.
Nantinya, guru yang sudah dilatih akan menularkan ilmunya ke sekolah lain melalui sistem pengimbasan.
“Strateginya agar smart TV tidak hanya jadi pajangan. Pertama, kami pastikan perangkat bisa berfungsi. Kedua, guru harus siap. Yang sudah ikut pelatihan wajib berbagi ilmu ke rekan-rekan guru lainnya,” jelasnya.
Menurut Wawan, manfaat smart TV sangat besar dalam menunjang Kurikulum Merdeka. Perangkat ini bisa terkoneksi dengan program Kemendikbud dan menghadirkan konten pembelajaran yang interaktif serta informatif.
“Intinya, tidak ada lagi alasan siswa di Pandeglang tertinggal. Dengan smart TV, pembelajaran bisa lebih merata. Targetnya semua jenjang sekolah, dari SD hingga SMA, bahkan sekolah luar biasa (SLB),” tegasnya.
Wawan berharap pemanfaatan teknologi ini bisa mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Pandeglang.
“Harapan kami, generasi 2045 bisa benar-benar unggul, tidak ketinggalan teknologi,” tuturnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











