SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Serang berencana melakukan relokasi terhadap warga Kampung Kedung Cinde, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, yang bermukim di bantaran Sungai Cisangu. Pasalnya, pemukiman tersebut terdampak longsor dan dinilai membahayakan keselamatan warga.
Sungai Cisangu diketahui merupakan anak Sungai Ciujung. Akibat longsor yang terjadi, sedikitnya 25 rumah warga terdampak, dengan tiga rumah mengalami rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, longsor di bantaran Sungai Cisangu cukup dalam dan mengancam keberadaan rumah warga yang berada di tepi sungai.
“Posisi rumah warga berada di pinggir Sungai Cisangu. Longsornya cukup dalam, kurang lebih delapan meter. Total ada 25 rumah terdampak, tiga di antaranya rusak berat,” ujar Ratu Zakiyah, Senin, 5 Januari 2026.
Ia mengaku telah meminta warga, khususnya yang rumahnya rusak berat, untuk direlokasi sementara karena kondisi lokasi dinilai sangat berbahaya.
“Alhamdulillah, ada warga yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk relokasi sementara,” katanya.
Ratu Zakiyah menyebutkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) agar dilakukan penanganan terhadap Sungai Cisangu guna mencegah longsor susulan.
“Dari 25 rumah yang terdampak, yang paling parah ada tiga. Namun saat ini baru satu warga yang bersedia direlokasi sementara,” ujarnya.
Menurutnya, relokasi jangka panjang masih memerlukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan kementerian terkait, terutama soal ketersediaan lahan.
“Kalau mau dibangunkan rumah, tentu kita harus menyiapkan lahan terlebih dahulu. Karena itu kami akan berkoordinasi dengan BBWS C3 dan kementerian terkait, sambil melakukan mitigasi risiko agar warga tetap aman,” jelasnya.
Selain relokasi, Pemkab Serang juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan pangan kepada warga terdampak longsor dan banjir.
Sementara itu, Camat Cikeusal Lutfi Kelana mengatakan, relokasi warga yang tinggal di bantaran Sungai Cisangu seharusnya segera dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat banjir dan longsor.
“Sebelumnya ada 27 rumah, sekarang tersisa 25 rumah yang perlu menjadi perhatian untuk direlokasi,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini baru satu keluarga yang bersedia direlokasi karena kondisi rumahnya mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat, 2 Januari lalu.***

