PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4) mengapresiasi kinerja Kepala Rutan Kelas II B Pandeglang Rd Achmad Zaki yang mencanangkan program KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tidak memiliki ijazah sekolah.
Program Rutan Kelas II B Pandeglang itu merupakan sebuah terobosan baru dalam memberikan bekal agar para WBP memiliki ijazah sekolah.
Ketua P4, Arip Wahyudin mengatakan, dengan adanya wacana itu selaku Parlemen Jalanan sangat mengapresiasi.
“Agar para napi memiliki skil serta ilmu pengetahuan ketika mereka keluar dari masa tahanan. Namun yang menjadi persoalan apakah Pemerintah kabupaten Pandeglang mampu melakukan hal demikian,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 7 Januari 2026.
Arip menilai, jangankan untuk para mantan napi untuk menjadi manusia mandiri tetapi masyarakat Pandeglang masih mengalami kesulitan untuk melakukan kemandirian karena kurangnya dukungan positif dari pemerintah daerah terhadap kemandirian masyarakat untuk melakukan ekonomi kreatif.
“Akibat Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang masih menggantungkan kebijakan serta berharap terhadap program-program pusat,” katanya.
Sekalipun sejak reformasi bahwa Negara Indonesia menggunakan sistem otonomi daerah untuk kemandirian daerah dalam melakukan inovasi kreatif dalam membangun tatanan kehidupan masyarakat agar bisa sejahtera.
“Hasil analisis kami selaku parlemen jalanan bahwa seseorang melakukan tidak pidana itu akibat faktor ketidak sejahteraan. Oleh sebab itu kami meminta Bupati Pandeglang dan kepala Rumah Tahanan Kelas II B tidak sebatas wacana serta seremonial saja tetapi harua ada implementasinya agar motif kepercayaan publik tehadap wacana ini benar-benar adanya,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pandeglang Rd Achmad Zaki melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bertempat Pendopo Bupati Pandeglang.
Silaturahmi itu sebagai upaya memperkuat sinergi antara Rutan Pandeglang dan Pemerintah Daerah, khususnya dalam mendukung program kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Karutan Kelas II B Pandeglang Rd Achmad Zaki menyampaikan, pentingnya program berkelanjutan bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Bahwa ketiadaan keterampilan dan pendidikan dapat berdampak serius terhadap masa depan dan kondisi psikologis warga binaan,” katanya usai bersilaturahmi dengan Bupati Pandeglang bertempat Pendopo Bupati Pandeglang.
Karutan menjelaskan, pada saat warga binaan tidak memiliki keterampilan kemungkinan akan berbahaya.
“Dan ketika mereka tidak memiliki ijazah tentu akan berpengaruh pada psikologi mereka. Oleh karena itu, Rutan Pandeglang memiliki program kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi warga binaan,” katanya.
Adanya program KBM ini membatu warga binaan mendapatkan pendidikan dan ijazah.
“Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah atas program-program yang kami jalankan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi












