SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan kondisi ketahanan pangan daerah dalam keadaan aman hingga memasuki bulan suci Ramadan 2026.
Kepastian tersebut didukung oleh ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang saat ini mencapai 412 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, M Nasir, mengatakan jumlah tersebut lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat, terutama menghadapi potensi peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan.
“Tahun ini stok cadangan pangan kita ada 412 ton dan alhamdulillah lebih dari cukup. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan pengadaan kembali, meski tidak terlalu besar karena stok masih aman,” ujar Nasir, Minggu 18 Januari 2026.
Nasir menjelaskan, meskipun stok melimpah, penyaluran cadangan pangan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemerintah daerah tetap mengacu pada hasil kajian Harga Pangan Pokok (HPG) serta pemetaan wilayah rawan pangan.
Jika hasil analisis menunjukkan adanya wilayah yang membutuhkan intervensi, maka penyaluran CPP akan dilakukan berdasarkan surat tugas dari Gubernur Banten.
“Kalau wilayah tersebut masuk kategori rawan pangan dan ada perintah Pak Gubernur, kami siap menyalurkan CPB untuk membantu masyarakat,” katanya.
Selain berbasis kajian, Pemprov Banten juga membuka ruang pengajuan bantuan dari daerah melalui mekanisme bottom up, khususnya untuk wilayah yang terdampak kondisi khusus seperti cuaca ekstrem yang mengganggu aktivitas ekonomi nelayan maupun petani.
Nasir menegaskan, hingga saat ini kondisi pasokan pangan di Banten masih sangat stabil. Selain cadangan daerah yang kuat, panen di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pandeglang juga mulai berlangsung.
“Insyaallah stok pangan aman. Panen sudah berjalan, stok nasional juga banyak, dan Bulog belum mengeluarkan cadangan,” jelasnya.
Editor Daru











