PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mengakui stok bantuan logistik di gudang mulai menipis. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana alam.
Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan ketersediaan logistik masih ada, namun jumlahnya terbatas. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar lonjakan kebutuhan bantuan tidak terjadi.
“Stok logistik ada, tapi terbatas. Mudah-mudahan cuaca ke depan semakin membaik,” kata Nana, Kamis, 22 Januari 2026.
Nana menjelaskan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga Februari mendatang. Kondisi ini berpotensi memperparah situasi jika bencana kembali terjadi.
Beberapa kebutuhan pokok yang paling banyak disalurkan kini mulai menipis, antara lain beras, minyak goreng, sarden, dan mi instan.
“Logistik yang paling terasa berkurang itu beras, minyak, sarden, dan mi. Ini yang kami khawatirkan karena masa cuaca ekstrem masih cukup panjang,” ujarnya.
Sejak bencana banjir yang terjadi pada 19 Desember lalu, BPBDPK telah mengeluarkan logistik dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak di sejumlah wilayah.
“Secara detail jumlah stok yang berkurang belum kami hitung, tapi sejak kejadian 19 Desember pengeluaran logistik cukup luar biasa karena banyaknya warga terdampak,” ungkap Nana.
Untuk mengantisipasi kekurangan logistik, BPBDPK Pandeglang telah mengajukan permohonan bantuan tambahan ke BPBD Provinsi Banten dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, pihaknya juga berharap dukungan dari Dinas Sosial, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, agar kebutuhan logistik warga terdampak bencana di Kabupaten Pandeglang tetap terpenuhi.
Editor: Mastur Huda












