KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-DPRD Kota Tangsel mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel melakukan audit dan penelusuran menyeluruh terhadap seluruh sekolah yang pernah menjadi tempat mengajar guru berinisial YP (54), pelaku pelecehan seksual terhadap puluhan siswa SDN di Serpong.
Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda, mengatakan langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain di sekolah berbeda.
“Kami sudah meminta dan menekankan agar dilakukan tracking atau audit riwayat mengajar secara menyeluruh, dan itu sudah disanggupi. Tujuannya untuk memastikan tidak ada korban lain yang terlewat,” ujar Ricky dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dindikbud Tangsel, Senin 26 Januari 2026.
Menurut Ricky, kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa puluhan siswa tersebut telah mencoreng dunia pendidikan dan menimbulkan dampak serius terhadap kepercayaan publik pada institusi sekolah.
Karena itu, Komisi II mendesak aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas dan hukuman maksimal kepada tersangka.
“Kami mendorong kepolisian untuk menindak tegas dan menjatuhkan hukuman setinggi-tingginya. Ini kasus luar biasa dan tidak boleh ditoleransi,” tegasnya.
Selain aspek hukum, DPRD Tangsel juga meminta Pemkot Tangsel memastikan pendampingan psikologis bagi seluruh korban dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











