SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga daging sapi di sejumlah daerah mengalami kenaikan signifikan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Iwan Setiawan, mengatakan lonjakan harga tersebut tidak hanya terjadi di Banten, melainkan berskala nasional.
“Memang ini nasional dan karena kebijakan impor juga. Kita tahu bahwa sapi itu kebanyakan kita dari Australia, dan di sana harga dolar Australia sedang tinggi,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, penguatan dolar Australia berdampak langsung pada harga sapi impor, yang pada akhirnya memengaruhi harga daging sapi di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten.
Untuk mencegah terjadinya mogok massal pedagang daging sapi, Disperindag Banten akan melakukan pendekatan kepada asosiasi pedagang agar aktivitas penjualan tetap berjalan.
“Upaya kita tentu karena kewenangan impor ini ada di Kementerian Perdagangan. Kita akan melakukan koordinasi dengan pusat terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan agar harga daging sapi bisa ditekan, meskipun dolar Australia sedang naik,” terangnya.
Iwan menambahkan, langkah antisipatif perlu segera dilakukan mengingat Provinsi Banten akan segera memasuki bulan Ramadan, yang biasanya diiringi peningkatan permintaan bahan pangan.
“Ini juga yang perlu kita antisipasi, dan kami sudah merencanakan langkah-langkahnya,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











