SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jelang 1 tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan kepala daerah harus siap dicaci dan dimaki. Semakin banyak dikritik, diberi saran, dan dikomplain, maka hal itu menandakan harapan yang dititipkan kepadanya.
“Oleh karena itu, saya butuh masukan, saya butuh saran,” ujar Andra saat Seminar Nasional Satu Tahun Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten: Refleksi Atas Tata Kelola dan Pembangunan Daerah yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di RSG FISIP Untirta, Kamis, 29 Januari 2026.
Andra mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Banten. Hal tersebut diharapkan dapat disambut baik oleh seluruh pihak, terutama para akademisi untuk memberikan kritik dan saran yang konstruktif.
“Saya merasa diskusi ini merupakan kegiatan ilmiah, kami membutuhkan saran dan masukan independen dari bapak ibu yang hadir disini untuk terus melakukan perbaikan,” tutur Andra.
Ia uga menyampaikan saat ini dirinya bersama Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakumah tengah berfokus dalam melaksanakan program-program prioritas yang tertuang dalam visi-misi. Diantaranya, saat ini Pemprov Banten telah merealisasikan program sekolah gratis bagi SMA, SMK dan SKh swasta.
Bahkan pada tahun ajaran 2025-2026 telah menjangkau 65 ribu siswa, termasuk 2.600 anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan layanan sekolah gratis di SKh swasta di Provinsi Banten.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Pemprov Banten pada tahun 2025 mulai menerapkan manajemen talenta sebagai upaya pelaksanaan meritokrasi yang baik.
Pada sektor infrastruktur, Pemprov Banten melaksanakan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) sebagai bentuk intervensi pemerintah provinsi untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah.
“Sepanjang tahun 2025, program tersebut telah membangun 61 ruas jalan desa dan satu jembatan. Selain itu, pembangunan jalan lingkungan juga terus dilakukan untuk akses masyarakat,” papar Andra.
Ia menyadari tantangan utama Banten adalah disparitas wilayah. “Karena itu, Pemprov Banten hadir untuk mengintervensi pembangunan, khususnya infrastruktur jalan desa,” sambungnya.
Sedangkan pada bidang transportasi, Andra menjelaskan Pemprov juga mengembangkan layanan Trans Banten sebagai upaya membangun konektivitas transportasi massal berbasis bus.
Saat ini, hampir 1.000 masyarakat per hari telah memanfaatkan layanan tersebut. “Apa yang kita sampaikan saat itu kepada masyarakat, perlahan kita kerjakan melalui program-program yang telah disusun,” imbuhnya.
Dikatakannya, permasalahan pembangunan di Banten tidak dapat diselesaikan secara instan. Prinsip pembangunan berkelanjutan mengharuskan perencanaan yang matang dengan skala prioritas, namun tetap memaksimalkan seluruh kepentingan masyarakat.
“Apa yang saat ini kita lakukan setidak tidaknya menyelesaikan satu persatu permasalahan, kita membangun pondasi dan memelihara harapan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan mapresiasi inisiasi akademisi Untirta yang telah menyelenggarakan seminar nasional tersebut dan berharap forum ini dapat memberikan pandangan, pendapat, serta masukan independen bagi Pemerintah Provinsi Banten.
Sementara itu, Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman mengungkapkan selama satu tahun kepemimpinan Andra Soni–Dimyati, banyak program dan kebijakan yang inovatif dan progresif, di antaranya Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
“Selama satu tahun ini telah bekerja keras untuk mencapai visi dan misi, serta berkolaborasi dalam percepatan pembangunan di Provinsi Banten. Untirta siap berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan Seminar Nasional tersebut juga diisi sejumlah narasumber, diantaranya Akademisi Universitas Bina Bangsa Try Andi Bangsawan, Akademisi Universita Pamulang Serang Restu Gusti Monitasari, Akademisi Untirta Jonah Silah, Akademisi Universitas Serang Raya Prof. Hermansyah Andi Wibowo.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Annisa Desmon Mahesa, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Anggota DPRD Provinsi Banten Taufiq Hidayat, Kepala Kantor OJK Provinsi Banten Adi Dharma, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Anggota DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin, Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Erin Fabiana serta tamu undangan yang lainnya. Seminar nasional tersebut juga diikuti oleh sejumlah akademisi dan mahasiswa.
Editor: Abdul Rozak











