LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Lebak menilai distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lebak belum berjalan merata.
Kondisi tersebut dipicu keterbatasan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi.
Satgas MBG Lebak pun mengusulkan penambahan pembangunan dapur SPPG agar pendistribusian MBG dapat menjangkau seluruh wilayah. Terutama sekolah dan masyarakat yang hingga kini belum tersentuh layanan program tersebut.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi baru sekitar 60 unit. Angka tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Lebak serta jumlah sasaran penerima MBG.
Kepala Satgas MBG Kabupaten Lebak, Amir Hamzah, mengatakan pihaknya akan segera menyampaikan permintaan kepada BGN agar pembangunan dapur SPPG di Lebak dapat direalisasikan. Menurutnya, penambahan dapur menjadi kebutuhan mendesak.
“Wilayah Lebak ini terlalu luas. Jadi saat ini ada sebanyak 110 dapur lagi masih berupa titik dan belum berprogres,” kata Amir kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 30 Januari 2026.
Amir menjelaskan, keterbatasan dapur berdampak langsung terhadap pendistribusian MBG yang belum optimal. Akibatnya, program yang seharusnya dirasakan merata justru masih belum menjangkau seluruh sasaran.
Ia mengaku kerap menerima aduan dari berbagai pihak, baik sekolah maupun masyarakat. Aduan tersebut umumnya berkaitan dengan belum diterimanya program MBG di wilayah mereka.
“Setiap hari pasti ada laporan warga. Sekolah-sekolah menanyakan kapan dapat MBG, masyarakat juga menyampaikan hal yang sama,” ujarnya.
Amir berharap BGN dapat segera merealisasikan penambahan dapur SPPG sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan penambahan tersebut, ia optimistis distribusi MBG di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih adil dan merata.
Editor Daru











