CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 250 karyawan PT Krakatau Steel mengikuti program pensiun dini bertajuk Golden Handshake sebagai bagian dari langkah efisiensi perusahaan.
Manajemen menegaskan kebijakan tersebut bukan pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan program sukarela yang ditawarkan kepada pekerja.
Corporate Secretary PT Krakatau Steel, Fedaus, menjelaskan program Golden Handshake merupakan paket kompensasi yang diberikan kepada karyawan yang bersedia memasuki masa pensiun lebih cepat.
“Itu bagian dari paket program Golden Handshake. Ibaratnya, bagi mereka yang mau mengambil pensiun dini ada 250 orang,” ujarnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurut Fedaus, perusahaan memberikan nilai kompensasi lebih besar dibanding ketentuan normatif yang diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan.
“Kita berikan paket dengan nilai perkalian masa kerja yang lebih tinggi dari ketentuan undang-undang yang berlaku. Hampir semua mengambil program ini,” katanya.
Ia menyebut, skema tersebut diambil seiring evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah lini usaha yang dinilai tidak lagi produktif dan bahkan membebani keuangan perusahaan.
“Ini bagian dari efisiensi. Kita lihat ada usaha-usaha yang sudah tidak produktif, otomatis kita selesaikan. Kemudian ada beberapa pekerjaan yang sudah tidak efisien lagi dan merugikan perusahaan, kita selesaikan,” jelasnya.
Fedaus menegaskan seluruh hak pekerja yang mengikuti program tersebut telah dipenuhi. Bahkan, besaran kompensasi disebut mencapai 30 hingga 35 kali masa kerja.
“Jadi semua norma terkait penggajian dan hak mereka sudah dipenuhi, bahkan lebih. Perhitungannya 30 sampai 35 kali masa kerja,” tegasnya.
Menurutnya, langkah restrukturisasi ini juga menjadi strategi perusahaan dalam mempersiapkan transformasi bisnis ke depan. Jika nantinya terdapat lini usaha baru yang berkembang, perusahaan membuka peluang rekrutmen kembali.
“Sekiranya ada bisnis baru yang akan dibuat, kami bisa merekrut kembali untuk usaha tersebut. Seiring waktu, memang ada usaha yang sudah tidak produktif,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyatakan pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan manajemen Krakatau Steel guna memastikan stabilitas industri di Kota Cilegon tetap terjaga.
“Kita terus komunikasi dengan industri, termasuk Krakatau Steel. Apa yang bisa kami bantu, kebijakan apa yang bisa kita dorong,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria










