SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi luncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dalam acara yang bertajuk grand launching yang berlangsung Ruang Multimedia Gedung Rektorat Lantai 1 Kampus Sindangsari, pada 13 Februari 2026.
Dengan launching program ini jadi langkah strategis dalam upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di wilayah Banten.
Dalam sambutannya, Dekan FKIK Omat Rachmat menjelaskan perjalan panjang yang dimulai sejak satu tahun yang lalu. Inisiatif ini muncul dari amanah yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan sekaligus pemerataan distribusi dokter spesialis.
Dirinya menuturkan, seperti apa proses awal dilakukannya melalui dibukanya komunikasi dan diskusi dengan pihak Universitas Padjajaran. Kemudian gagasan tersebut berkembang menjadi isu nasional setelah dipresentasikan dalam forum resmi.
“Alhamdulillah, sekitar sebulan lalu kami menerima keputusan resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait pendirian enam prodi dokter spesialis,” ujarnya.
Terkait permasalah biaya untuk menempuh pendidikan spesialis ini, Omat menegaskan bahwa skema beasiswa jadi prioritas utama. Contohnya program beasiswa LPDP, pihaknya telah menjalani kerja sama dengan rumah sakit – rumah sakit yang ada di wilayah bantan.
Skema yang dilakukan adalah nantinya biaya pendidikan akan di tanggung oleh rumah sakit dan lulusan dokter spesialis tersebut akan langsung diserap oleh instansi tersebut.
Dengan demikian, adanya program ini akan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
“Pelayanan kesehatan tidak akan berjalan optimal jika dokter spesialisnya tidak tersedia. Jadi kontribusi nyata kami adalah mendidik dokter spesialis lalu mengembalikannya ke rumah sakit, sehingga kualitas layanan kesehatan meningkat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fatah Sulaiman menyampaikan bahwa ketersediaan sarana, prasarana dan tenaga pengajar sudah dipersiapkan dengan matang.
Dia menjamin fasilitas ruang kelas, klinik, layanan pendidikan, sampai rumah umum yang digunakan sebagai ruang pendidikan utama.
“Karena SDM sudah siapin aktivitas ruang kelas, klinik, pelayanan, termasuk juga dukungan rumah sakit umum daerah sebagai rumah sakit utama pendidikan, rumah sakit jajaring di RSUD sudah komitmen termasuk dukungan dari pemerintah daerah,” ucap Fatah
Dengan berjalannya program ini, pihak kampus berharap mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Khususnya pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten/Kota.
Diluncurkannya program ini, semakin menegaskan komitmen Untirta menjadi institusi pendidikan kedokteran yang aktif dalam menjawab kebutuhan tenaga medis spesialis di Indonesia.
Reporter: Ikhsan Genrb
Editor: Agung S Pambudi











