SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kawasan wisata Royal Baroe di Kota Serang mulai dilirik investor setelah dilakukan penertiban dan penataan oleh Pemerintah Kota Serang (Pemkot Serang).
Perubahan wajah kawasan tersebut dinilai berhasil meningkatkan daya tarik investasi sekaligus membuka peluang tumbuhnya pusat ekonomi baru di Kota Serang.
Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengungkapkan minat investasi di Royal Baroe terus berdatangan dari berbagai sektor usaha.
“Ada beberapa investor yang ingin menanamkan sahamnya di Royal Baroe pasca penertiban dan penataan ini,” ujarnya, Senin, 16 Februari 2026.
Menurut Wahyu, sektor yang tertarik berinvestasi cukup beragam, mulai dari pelaku usaha kuliner, restoran, hingga pariwisata. Hal ini menunjukkan Royal Baroe memiliki potensi besar sebagai kawasan strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
Ia menjelaskan, langkah penertiban dan penataan yang dilakukan Pemkot Serang terbukti memberikan dampak positif terhadap citra kawasan. Royal Baroe yang kini lebih tertata, bersih, dan nyaman menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor.
Dengan wajah baru tersebut, Royal Baroe diproyeksikan menjadi magnet ekonomi di Kota Serang, sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Wahyu menambahkan, keberlanjutan pengembangan Royal Baroe tidak hanya bergantung pada masuknya investasi, tetapi juga pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kawasan tersebut.
Ia mengajak warga Kota Serang untuk bersama-sama merawat fasilitas publik yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah.
“Karena pembangunannya kemarin didanai oleh uang masyarakat, sudah sewajarnya masyarakat turut menjaga dan merasa memiliki,” katanya.
Menurutnya, kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan kawasan menjadi kunci keberhasilan Royal Baroe sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pemkot Serang optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat, Royal Baroe dapat berkembang menjadi ikon ekonomi dan destinasi unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus kesejahteraan warga.
Editor: Mastur Huda











