SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten menargetkan penataan kabel semrawut di wilayah Kota Serang rampung pada tahun 2026.
Penataan ini difokuskan pada jalur protokol sebagai prioritas utama sebelum merambah ke ruas jalan lainnya.
Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, mengatakan, pihaknya kini tengah menggenjot penataan kabel udara yang dinilai mengganggu estetika kota dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Sampai Simpang Pandean bisa kita tata, tahun ini kita target untuk selesai. Yang belum, kita target tahun ini yang protokol ditarikkan lurus. Nanti baru kita ke sayap-sayap,” ujar Arlan
Ia menjelaskan, penataan kabel di Kota Serang dilakukan secara bertahap.
Untuk tahap awal, DPUR memprioritaskan ruas jalan protokol yang menjadi wajah kota dan memiliki intensitas lalu lintas tinggi.
Ke depan, DPUR Kota Serang juga akan memperluas koordinasi dengan asosiasi provider untuk merapikan kabel di sepanjang jalan nasional. Penataan tersebut mencakup wilayah Serang Timur hingga Serang Barat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan nyaman.
Selain memperindah wajah kota, penataan kabel juga bertujuan mengurangi risiko gangguan teknis maupun potensi kecelakaan akibat kabel yang menjuntai sembarangan.
Arlan mengungkapkan, saat ini jalur kabel bawah tanah sebenarnya sudah tersedia sepanjang 3,4 kilometer. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung pemindahan kabel udara ke sistem yang lebih tertata.
Namun demikian, terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satunya adalah proses pemindahan kabel listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memerlukan koordinasi lintas instansi.
Selain kendala teknis, faktor kemampuan finansial masing-masing provider juga menjadi pertimbangan dalam proses penataan kabel di Kota Serang.
Pemindahan dan pengadaan kabel baru membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Kita juga harus memahami kemampuan dari masing-masing provider, karena kan dia butuh anggaran juga untuk pengadaan kabelnya. Nah yang penting sekarang terukur kapan ini akan selesai,” kata Arlan.
Ia menegaskan, pihaknya tetap mendorong adanya target penyelesaian yang jelas dan terukur agar proses penataan tidak berlarut-larut.
Editor Daru











