SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar kirab dan pentas seni budaya lintas etnis, suku, dan agama sebagai wujud nyata merawat toleransi di tengah masyarakat majemuk.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Royal Baroe ini menegaskan Kota Serang sebagai daerah yang harmonis dalam keberagaman.
Kirab budaya tersebut menjadi momentum istimewa karena digelar untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek 2577/2026. Mengusung tema “Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Agama Melalui Budaya”, acara ini menghadirkan semangat persatuan dalam balutan seni dan tradisi.
Sejumlah pejabat dan tokoh agama turut hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri, Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi, unsur Forkopimda, serta perwakilan umat Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Khonghucu.
Dari pantauan di lokasi, ribuan warga tampak antusias menyaksikan pawai budaya yang menampilkan beragam kesenian dan tradisi dari berbagai komunitas agama. Atraksi budaya yang beragam tersebut menciptakan suasana meriah sekaligus sarat pesan kebersamaan.
Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas Kota Serang sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kebhinekaan.
Ia mengingatkan bahwa nilai harmoni telah mengakar sejak masa Kesultanan Banten. Menurutnya, sejarah mencatat masyarakat Banten mampu hidup berdampingan dalam keberagaman, termasuk pada masa kejayaan Pelabuhan Karangantu sebagai pusat perdagangan yang terbuka bagi berbagai bangsa dan budaya.
“Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten sudah hidup harmoni, saling memahami, dan saling mendukung. Bukti nyatanya adalah kejayaan Pelabuhan Karangantu yang menunjukkan betapa terbukanya masyarakat Banten,” ujarnya.
KH Matin menegaskan, keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan modal strategis dalam pembangunan daerah. Perbedaan, kata dia, justru menjadi kekuatan untuk membangun Kota Serang yang lebih maju dan inklusif.
“Berbeda itu indah. Perbedaan menjadi daya dorong untuk bersatu dan melangkah bersama menuju Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Serang yang dinilai konsisten memperkuat kerukunan antarumat beragama. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui kebijakan konkret, termasuk alokasi anggaran untuk program toleransi dan penguatan kerukunan.
Editor: Mastur Huda












