LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Lebak telah selesai membangun Pabrik Penggilingan Padi atau Rice Milling Unit (RMU) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
RMU yang beralamat di Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak ini berkapasitas 50 ton beras per hari.
“Ya, RMU ditargetkan bulan ini sudah mulai beroperasi. Alhamdulilah, untuk percobaan mesin sudah dilaksanakan. Nantinya, kapasitas bisa 50 ton per hari,” kata Asisten daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Lebak Rahmat, Jumat 20 Februari 2026.
Dia mengatakan, pembangunan RMU itu, untuk mendukung ketahanan pangan di bumi Multatuli. Nantinya, RMU mengolah gabah untuk menghasilkan beras premium.
“RMU kan dikelola oleh BUMD lebak Niaga. Nantinya, Lebak Niaga jemput gabah ke ptenai. Gabah dibeli sesuai dengan harga pasar. Atau bahkan di atas harga pasar,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian Lebak ini.
Rahmat mengatakan, nantinya serapan gabah dari petani Lebak akan digiling atau di produksi di RMU menjadi produksi beras Lebak.
“Nanti berasnya bisa premium medium arau medkum super. Yang jelas beras Lebak tidak kalah dengan beras-beras lain sepertj beras pandeglang atau daerah jabar,” katanya.
Dia optimis Lebak Niaga dapat bersaing dengan Bulog atau lainnya yang telah terlebih dahulu terjun membeli gabah ke petani. Apalagi, pemkab lebak juga telah menyertakan penyertaan modal ke Lebak Niaga.
“Lebak Niaga masih siap seandainya harus beli gabah di atas harga bulog. Tapi, diupayakan kita sama,” ujar mantan Camat Cibadak ini.
Editor Daru











