SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kecamatan menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang akan mengalokasikan anggaran siaga bencana sebesar Rap50 juta untuk mengantisipasi bencana tahunan yang sering terjadi di Kabupaten Serang.
Hal tersebut dinilai sebagai wujud nyata keseriusan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam menangani persoalan bencana di Kabupaten Serang.
Camat Binuang, Mamak Abror, mengaku menyambut baik dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Serang yang akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta untuk penanganan bencana di tingkat kecamatan.
“Ini merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah Kabupaten Serang dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana. Insya Alloh Kami siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan terukur,” katanya, Jumat 20 Februari 2026.
Abror mengaku, tengah menyiapkan peta jalan untuk mengantisipasi dan memilinalisir dampak bencana banjir yang rutin terjadi di Kecamatan Binuang. Salah satunya dengan membuat pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang paling rawan terkena bencana.
“Ini menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas penggunaan anggaran agar tepat sasaran. Misalnya, kami akan menggelar sosialisasi dan simulasi bencana secara berkala kepada masyarakat, khususnya di daerah yang teridentifikasi rawan, sehingga masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi juga mampu mandiri dalam situasi darurat,” ujarnya.
Abror mengaku akan membentuk dan memperkuat Forum Tanggap Bencana (FTB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) di tingkat kecamatan maupun desa, termasuk pelatihan dasar kebencanaan bagi relawan lokal yang di pandu oleh BPBD Kabupaten Serang.
“Dengan ketersediaan anggaran bisa juga dialokasikan untuk pengadaan perlengkapan tanggap darurat seperti alat pertolongan pertama, sembako cadangan, tenda darurat, dan perlengkapan evakuasi yang dikelola di posko kecamatan,” ujar Abror
Abror berjanji, apabila rencana tersebut terealisasi, pihaknya akan memastikan penggunaan anggaran akan dikelola secara transparan, terdokumentasi dengan baik, dan dilaporkan secara berkala kepada Pemerintah Daerah sebagai bentuk akuntabilitas publik.
“Kami menyadari bahwa Rp50 juta adalah amanah yang harus dikelola sebaik-baiknya. Bencana tidak bisa diprediksi kapan datangnya, namun kesiapan kita bisa kita rencanakan sejak hari ini,” pungkasnya.
Editor Daru











