PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Mahad Islam Rafiah Akhyar (Mira) Institute milik Ustaz Adi Hidayat (UAH) di Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Dalam kunjungan tersebut, AHY hadir bersama Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah S Suryanagara. Keduanya disambut langsung oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH) beserta jajaran pengurus pesantren.
Pada kesempatan itu, AHY juga menyerahkan santunan kepada masyarakat di sekitar lingkungan Mira Institute sebagai bentuk kepedulian sosial dalam momentum Ramadan.
AHY menyampaikan rasa bahagianya bisa bersilaturahmi dengan UAH yang ia sebut sebagai ulama karismatik dan intelektual.
“Terima kasih teman-teman media. Saya berbahagia sekali hari ini bisa bersilaturahmi dengan Ustaz Adi Hidayat, ulama yang begitu karismatik. Bukan hanya karena intelektual dan wawasan yang luas, tapi juga selalu aktif menjadi bagian dari solusi bangsa dalam setiap permasalahan dan tantangan yang dihadapi Indonesia,” kata AHY kepada awak media, Sabtu 21 Februari 2026.
Ketua Umum Partai Demokrat itu mengapresiasi perkembangan Mira Institute yang dinilai memiliki potensi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam mencetak ulama masa depan.
“Walaupun usianya masih muda, saya melihat ini akan menjadi center of excellence yang mencetak ulama-ulama masa depan Indonesia,” ujarnya.
AHY juga menyoroti sistem pendidikan di pesantren tersebut yang tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an dan ilmu keislaman, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan dan kesiapan fisik.
“Tadi kami menyapa para santri dan santriwati. Mereka bukan hanya menghafal Al-Qur’an dan dibekali ilmu-ilmu relevan, tetapi juga ditempa secara fisik dengan berbagai keterampilan, seperti berkuda dan memanah. Ini penting untuk pengembangan generasi muda yang unggul secara moral dan fisik,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menyebut kehadiran Menteri Transmigrasi M Iftitah S Suryanagara yang merupakan putra asli Pandeglang sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dengan daerah.
Ia mengaku mendapat banyak nasihat dari UAH dan menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara.
“Saya meyakini jika ulama dan umara kokoh bersatu dalam sinergi dan kolaborasi, saling mengingatkan, dan semuanya bermuara pada Al-Qur’an dan hadis, maka bangsa ini akan semakin kuat,” tuturnya.
Momentum Ramadan, lanjut AHY, menjadi waktu yang tepat untuk refleksi diri dan memperkuat spiritualitas.
“Di bulan suci Ramadan ini tidak ada waktu yang lebih baik untuk bertafakur, evaluasi diri, dan membasuh hati dalam semangat refleksi,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











