PANDEGLANG – Akses Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3A Cileles–Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, mulai tersambung penuh pada bulan Mei 2026. Total panjang Jalan Tol Serang–Bojong jika sudah tersambung penuh sekitar 68,13 kilometer.
Jalan Tol Serang–Bojong ini melintasi GT Rangkasbitung yang konstruksinya sudah 100 persen sepanjang 26,5 kilometer. Lalu GT Cileles sepanjang 17,46 kilometer dan Seksi 3A Cileles–Bojong sepanjang 17,46 kilometer.
Jalan Tol Serang–Panimbang ini merupakan akses jalan tol yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh warga Banten Selatan, khususnya warga Pandeglang.
Sehingga progres pembangunannya terus dikawal agar bisa segera difungsionalkan.
Manajer Bidang Pengembangan Sistem di PT Wika Serang–Panimbang, Muhammad Albagir, mengatakan Jalan Tol Serang–Panimbang tersambung penuh itu ditargetkan semester II tahun 2027.
“Namun untuk Seksi 3A ruas Cileles–Bojong tersambung penuh pada bulan Mei 2026. Hal itu berdasarkan target konstruksi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 20 Februari 2026.
Albagir menjelaskan, progres konstruksi sementara ini realisasinya sudah mencapai 99,82 persen. Jadi ketika Mei sudah selesai, tinggal menunggu waktu pelaksanaan uji kelaikan.
“Uji kelaikan jalan tol terdiri dari Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO) yang wajib dilalui sebelum jalan tol dioperasikan untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna. Tim gabungan dari Kementerian PUPR, Perhubungan, dan Kepolisian mengevaluasi teknis jalan, rambu, serta fasilitas operasi,” katanya.
Uji ini mencakup aspek teknis, operasi, dan administrasi, memastikan jalan tol aman dan memenuhi standar teknis sebelum dibuka untuk umum.
“Setelah dinyatakan laik dan perbaikan selesai, sertifikat laik fungsi dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat dan sertifikat laik operasi dari Ditjen Bina Marga. Proses ini penting untuk memastikan seluruh komponen sudah berfungsi optimal sebelum dioperasikan penuh,” katanya.
Lebih lanjut, Albagir menerangkan progres konstruksi untuk Seksi 3B ruas Bojong–Panimbang sepanjang 15,54 kilometer. Untuk konstruksi ditarget selesai semester II tahun 2027.
“Dari empat paket, tiga paket sudah mulai berjalan dan satu paket masih proses lelang PDN (Pinjaman Dalam Negeri),” katanya.
Albagir mengungkapkan, PT Wijaya Karya Serang Panimbang juga memfungsionalkan Pintu Tol Cikulur dan Cileles untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“PT Wijaya Karya Serang Panimbang akan memberlakukan operasional fungsional pada Seksi 2 Ruas Rangkas–Cileles selama periode Lebaran secara gratis,” katanya.
Fungsional Seksi 2 ini akan diberlakukan selama 15 hari, mulai H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, yakni pada 12 Maret 2026 hingga 26 Maret 2026, dengan waktu operasional setiap hari pukul 06.00 WIB–18.00 WIB.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung konektivitas wilayah serta memberikan kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten, khususnya wilayah Lebak dan sekitarnya. Melalui konektivitas yang semakin baik, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau kawasan wisata,” katanya.
Dengan hadirnya Seksi 2 ini, perjalanan menuju kawasan wisata Banten menjadi lebih efisien, nyaman, dan terintegrasi dengan jaringan Tol Serang–Panimbang secara keseluruhan.
Pada periode tersebut, jalur yang difungsionalkan meliputi jalur menuju Cikulur, Cileles, serta menuju Jakarta dan Merak.
Operasional fungsional ini diperuntukkan khusus bagi kendaraan Golongan I guna memastikan kelancaran serta keselamatan selama periode peningkatan volume lalu lintas Lebaran.
“Selama masa fungsional Seksi 2, pengguna jalan hanya akan dikenakan tarif Seksi 1. Sehingga masyarakat tetap dapat merasakan manfaat tambahan konektivitas tanpa adanya penambahan beban tarif untuk ruas Seksi 2 Tol Serang–Panimbang yang difungsionalkan,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria










