PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani memiliki keinginan kuat untuk mengadopsi keberhasilan Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dalam mengelola sampah menjadi uang. Keberhasilan Desa Ponggok dalam mengelola sampah merupakan bagian tak terpisahkan dari transformasinya menjadi desa wisata mandiri melalui BUMDes Tirta Mandiri.
Fokus utamanya adalah mengubah masalah lingkungan menjadi peluang ekonomi dan edukasi.
Keberhasilan itu berkat Kades Ponggok Junaedhi Mulyono yang mencanangkan program kali bersih. Mengubah sungai yang dulunya menjadi tempat pembuangan sampah menjadi tambak ikan nila yang jernih.
Selanjutnya memberikan pelatihan bagi warga untuk mengolah sampah anorganik menjadi produk cinderamata atau kerajinan tangan bernilai ekonomi.
Warga dilibatkan secara aktif melalui pelatihan rutin untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan kemampuan teknis dalam memilah serta mengolah sampah.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, kalau kemarin ia mendapatkan kesempatan belajar dari Kades Ponggok.
“Kemarin kita ngobrol dengan Kades Ponggok, ini luar biasa. Dari desa miskin menjadi desa mandiri menghasilkan PADes Rp30 miliar setahun,” katanya, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 22 Februari 2026.
Keberhasilan Desa Ponggok menjadi desa mandiri ini luar biasa. Oleh karenanya, ia belajar dan ingin mengadopsi keberhasilannya.
“Luar biasa, tadinya miskin, bahkan luar biasa di desa itu, satu rumah, satu sarjana, kita mah satu desa satu sarjana susah,” katanya.
Bupati Dewi mengajak kepada semua elemen, utamanya desa untuk dapat mengimplementasikannya.
“Jika desa kuat negara akan kokoh, jika desa mandiri, otomatis kesejahteraan masyarakat akan terwujud nyata,” katanya.
Bupati mengajak masyarakat dari kelompok kecil, dari tingkat RW, diajarkan edukasi terkait dengan apa yang menjadi harapan Presiden Prabowo Subianto untuk pengelolaan sampah.
“Kalau sampah diolah hasil daya gunanya luar biasa,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











