LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten untuk segera melakukan investigasi terkait dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area operasional Port Cemindo milik PT Cemindo Gemilang Tbk.
Sejumlah insiden kecelakaan kerja dilaporkan terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, kasus pekerja meninggal dunia mulai ramai diperbincangkan publik. Peristiwa serupa kembali terjadi pada Maret 2025 dengan total tiga pekerja dilaporkan meninggal dunia dalam bulan yang sama. Insiden kembali terulang pada Juli 2025 yang juga menelan korban jiwa. Secara keseluruhan, empat pekerja dilaporkan meninggal dunia sepanjang tahun lalu.
Aktivis IMALA, Sapnudi, menilai kecelakaan kerja yang berulang mengindikasikan adanya persoalan mendasar dalam sistem pengawasan dan penerapan K3.
“Kecelakaan kerja yang terus berulang menandakan ada persoalan mendasar dalam sistem pengawasan dan penerapan K3. Ini bukan hanya soal kelalaian individu, tetapi menyangkut sistem dan standar operasional yang harus dievaluasi secara menyeluruh,” tegas Sapnudi, Selasa (3/3/2026).
Ia mempertanyakan apakah standar K3 di lingkungan Port Cemindo telah dijalankan sesuai regulasi. Sapnudi khawatir penerapan K3 hanya sebatas formalitas administratif tanpa pengawasan ketat di lapangan.
“Kami mendesak Disnaker tidak hanya menerima laporan di atas meja. Harus ada investigasi langsung, audit menyeluruh, dan jika ditemukan pelanggaran, harus ada sanksi tegas. Keselamatan pekerja tidak boleh dikompromikan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak, Rully Chaerulliyanto, menyatakan kewenangan pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan skala besar berada di tingkat provinsi.
“Terkait penindakan dan pengawasan memang ranahnya berada di Disnaker Provinsi Banten. Namun kami tetap akan berkoordinasi dan menyampaikan laporan ini agar menjadi perhatian bersama,” kata Rully.
IMALA berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan keselamatan pekerja menjadi prioritas utama di kawasan industri tersebut.
Reporter: Nurandi Editor: Aas Arbi











