SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Banten meminta kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk serius dalam menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya untuk kalangan ibu hamil, menyusui dan balita alias 3B.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Banten Yuda Ganda Putra mengatakan, SPPG yang dalam hal ini pihak pelaksana MBG harus menyajikan menu yang sesuai standar gizi. Sebab, kalangan 3B ini sangatlah membutuhkan asupan gizi yang memadai.
Sebab, gizi yang tercukupi akan berpengaruh pada pertumbuhan anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa.
“Kami selalu memberikan masukan dan evaluasi kepada SPPG untuk memerhatikan setiap kandungan gizi menu MBG untuk kalangan 3B ini,”ujarnya, Kamis 5 Maret 2026.
BKKBN sendiri ikut berperan dalam program ini sebagai penyalur menu MBG untuk sasaran 3B. Dimana, menu MBG yang diproduksi SPPG akan diantar langsunflg oleh kader BKKBN atau tim pendamping keluarga yang kini berjumlah 24 ribu orang secara door to door langsung kepada penerimanya.
Selama melakukan distribusi, tim pendamping juga akan melakukan edukasi kepada sasaran 3B tentang cara menjaga pola asuh termasuk pentingnya memenuhi gizi guna mencegah stunting.
Namun, dalam pelaksanaannya, pihaknya masih menemukan SPPG yang membuat menu MBG yang tidak sesuai standar gizi. Hal ini tentu menjadi catatan bagi pihaknya untuk jadi masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dalam pelaksanaannya, kader berhak menolak jika menunya tidak sesuai standar gizi. Dan itu sudah dilakukan, terdapat beberapa kasus menu yang kita tolak, selanjutnya kami berikan masukan kepada SPPG untuk memperbaiki menunya,”ungkapnya.
Dirinya berharap kepada setiap SPPG di Banten dapat dengan serius memerhatikan kandungan gizi yang diberikan pada setiap menu MBG baik itu untuk sasaran 3B maupun anak sekolah. Karena, tujuan dari program MBG ini dapat tercapai, jika setiap penerimanya mendapatkan gizi yang sesuai dengan standar.
Editor: Bayu Mulyana











