SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Program pelatihan kerja gratis yang disediakan pemerintah melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang belum banyak diminati masyarakat Kota Serang.
Padahal, pelatihan tersebut disiapkan untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas.
Hingga pertengahan Maret 2026, jumlah pendaftar tercatat belum mencapai 100 orang.
Angka tersebut masih jauh dari kuota yang disediakan, yakni sekitar 500 peserta.
Rendahnya jumlah pendaftar itu menjadi perhatian pemerintah daerah karena program tersebut sepenuhnya dibiayai negara dan dirancang untuk membantu masyarakat usia produktif agar memiliki kompetensi kerja yang dibutuhkan industri.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, Nafis Hani mengatakan, pihaknya telah berupaya menyebarluaskan informasi terkait program pelatihan tersebut kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, Disnakertrans telah menindaklanjuti surat dari BBPVP Serang dengan menyurati seluruh kelurahan di Kota Serang agar informasi pelatihan dapat sampai langsung kepada warga.
“Kami langsung menindaklanjuti surat dari BBPVP dengan menyurati 67 kelurahan di seluruh kecamatan Kota Serang. Tujuannya agar informasi pelatihan gratis ini sampai ke warga dan masyarakat mau mengikuti pelatihan,” ujar Nafis, Senin 16 Maret 2026.
Menurutnya, program pelatihan tersebut disiapkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
Selain itu, pelatihan juga membuka peluang bagi peserta untuk bekerja di luar negeri melalui program penempatan tenaga kerja yang difasilitasi pemerintah.
Adapun jenis pelatihan yang dibuka cukup beragam, di antaranya pelatihan welder atau juru las, tenaga kelistrikan, hingga caregiver.
Untuk program caregiver, peserta memiliki peluang penempatan kerja di Taiwan setelah melalui tahapan seleksi dan pelatihan yang telah ditentukan.
Nafis menjelaskan, peserta pelatihan dibatasi maksimal berusia 35 tahun dan diprioritaskan bagi lulusan baru atau fresh graduate dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran keterampilan secara intensif serta pendampingan hingga proses penempatan kerja bagi yang mengikuti program kerja ke luar negeri.
Durasi pelatihan sendiri berlangsung sekitar tiga hingga enam bulan, tergantung pada jenis keahlian yang dipilih oleh peserta.
“Semuanya gratis, dibiayai pemerintah. Kami juga akan melakukan jemput bola dengan berkunjung ke daerah-daerah serta berkoordinasi dengan Forum LPK Kota Serang agar informasi ini lebih masif,” jelasnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











