SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 membawa dampak signifikan terhadap sektor ekonomi pariwisata di Provinsi Banten. Tingkat okupansi hotel di berbagai wilayah pun melonjak hingga mencapai 80 persen.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengungkapkan bahwa tingginya tingkat hunian hotel menjadi indikator kuat bangkitnya sektor pariwisata daerah.
“Okupansi hotel saat ini sudah menyentuh angka 80 persen. Ini menunjukkan geliat pariwisata di Banten semakin membaik dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.
Selain sektor akomodasi, perputaran uang dari aktivitas wisata juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan perhitungan Dispar, total perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp800 miliar selama periode libur Lebaran.
“Perhitungan ini didasarkan pada asumsi setiap wisatawan membelanjakan sekitar Rp500 ribu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tiket masuk, sewa fasilitas wisata, hingga konsumsi,” jelas Eli.
Namun demikian, tingginya jumlah pengunjung juga menimbulkan sejumlah kejadian di lapangan. Di antaranya, beberapa kasus anak yang terpisah dari orang tua saat berada di kawasan wisata.
Selain itu, terdapat pula laporan wisatawan yang tersengat binatang laut saat berenang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di lokasi tanpa kendala berarti.
Dispar juga mencatat adanya satu wisatawan yang meninggal dunia di Pantai Ciantir, Kabupaten Lebak. Meski demikian, secara umum kondisi di seluruh destinasi wisata dinyatakan aman dan terkendali.
“Kami mengimbau para wisatawan untuk tetap waspada, menjaga keselamatan terutama anak-anak, dan selalu mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama,” tegas Eli.
Pemerintah Provinsi Banten akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan wisata selama libur Lebaran, termasuk mengumpulkan data lengkap hingga akhir masa pantauan pada 30 Maret 2026.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











