• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kota Serang

Kronologi Warga Kota Serang Jadi Korban TPPO di Kamboja, Sempat Disiksa hingga Jalan Kaki 23 Jam untuk Kabur

Nahrul Muhilmi by Nahrul Muhilmi
Rabu, 1 April 2026 09:35
in Kota Serang

Wali Kota Serang Budi Rustandi usai temui warganya yang menjadi korban scam di Kamboja. Foto: Nahrul Muhilmi

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Begini kronologi warga Kota Serang yang menjadi korban scam hingga di siksa di Kamboja.

Korban bernama Caderra Pasqy Naiga Prasasty warga Perumahan Harmoni ini menceritakan awal mula dirinya terjerat jaringan tersebut. Ia mengaku ditawari pekerjaan di rumah makan di Vietnam.

RelatedPosts

Keterbukaan informasi publik Kota Serang

Pemkot Serang Naik Peringkat Keterbukaan Informasi Publik

Jumat, 6 November 2026 21:59
Relawan tangguh bencana Kota Serang

Enam Kecamatan di Kota Serang Disiapkan Punya Relawan Tangguh Bencana

Jumat, 6 November 2026 19:59
mitigasi bencana Kota Serang

Antisipasi Banjir, Walikota Serang Perintahkan Camat dan Lurah Ikut Bergerak

Jumat, 6 November 2026 19:47
Andra Soni Ingatkan Badan Publik Harus Terbuka, Bukan Hanya Saat Penilaian

Andra Soni Ingatkan Badan Publik Harus Terbuka, Bukan Hanya Saat Penilaian

Jumat, 6 November 2026 14:01

“Awalnya saya ditawari pekerjaan di rumah makan di Vietnam. Malam itu juga saya langsung berangkat ke Jakarta. Semua perjalanan sudah diatur oleh pihak agensi,” katanya, Selasa, 31 Maret 2026.

Setibanya di Jakarta, ia diarahkan untuk membuat paspor dan kemudian diberangkatkan ke Batam. Seluruh proses perjalanan ditanggung oleh pihak yang merekrutnya.

“Di Batam kami mengurus paspor sekitar satu minggu. Setelah itu kami melewati jalur ‘VIP line’ di imigrasi tanpa pemeriksaan yang jelas,” ungkapnya.

Dari Batam, perjalanan dilanjutkan ke Johor, Malaysia, sebelum akhirnya dibawa ke Kuala Lumpur oleh pihak agensi yang menjemput.

Ia kemudian diterbangkan ke Vietnam melalui Bandara Ho Chi Minh. Namun, setibanya di sana, perjalanan tidak berhenti.

“Kami dijemput bus bersama sekitar 25 orang dari Indonesia. Perjalanan sekitar 18 jam, dan saat bangun kami sudah berada di Kamboja,” ujarnya.

Setibanya di Kamboja, mereka langsung dibawa ke sebuah perusahaan dan dikurung. Di tempat tersebut, korban dipaksa bekerja dengan target tertentu.

“Sekitar 18 sampai 19 bulan saya di sana. Dua bulan terakhir kami ditempatkan di penampungan KBRI,” katanya.

Ia mengaku meski bukan ditempatkan di bagian pemasaran, dirinya tetap dipaksa mencari pelanggan untuk praktik penipuan yang menyasar negara Singapura, Malaysia, dan Brunei.

Di sisi lain, ibu korban, Repitaliwati, mengungkapkan perjuangannya dalam mencari bantuan agar anaknya bisa dipulangkan.

“Awalnya saya minta bantuan ke teman, tapi belum ada jawaban. Lalu saya coba hubungi Pak Wakil, Pak Agis,” ujarnya.

Dari situ, ia diarahkan untuk berkoordinasi dengan bagian hukum hingga ke bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) di lingkungan Pemerintah Kota Serang.

“Dari Kesra akhirnya ada solusi sampai ke Pak Wali Kota. Alhamdulillah, anak saya bisa dipulangkan,” katanya.

Ia menyebut proses pemulangan memakan waktu sekitar dua minggu, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak dan administrasi pemerintahan.

“Dari KBRI prosesnya hanya satu hari, tapi tetap butuh proses administrasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah,” tuturnya.

Editor: Abdul Rozak

Tags: Budi RustandiKambojakorban scampekerja ilegalPemkot SerangWali Kota Serang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ribuan PPPK di Pandeglang Bakal Diperbantukan ke Koperasi Merah Putih

Next Post

Rudapaksa ART Hingga Hamil, Pria Asal Tirtayasa Jadi Buronan Polisi

Next Post

Rudapaksa ART Hingga Hamil, Pria Asal Tirtayasa Jadi Buronan Polisi

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

Kamis, 5 November 2026 16:17
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Kamis, 5 November 2026 11:22
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Camat Sepatan Timur

Kejakasan Sidik Kasus Dugaan Korupsi BOP PKBM di Pandeglang

by Purnama Irawan
Jumat, 6 November 2026 22:22
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang resmi menaikkan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Kesetaraan di PKBM...

Camat Sepatan Timur

Camat Sepatan Timur Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

by Mulyadi
Jumat, 6 November 2026 22:12
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Camat Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang Dwi Chandra Budiman berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sinergi...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.