CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus dugaan peredaran narkotika yang melibatkan oknum ASN di Kota Cilegon menuai sorotan keras.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada satu pelaku, melainkan membongkar jaringan hingga ke akar-akarnya.
Ketua Umum HMI Cabang Cilegon, Tb Rizki Andika, menegaskan bahwa kasus tersebut harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan narkotika yang lebih luas di lingkungan birokrasi.
“Jangan berhenti pada satu orang. Aparat penegak hukum harus berani membongkar jaringan ini sampai ke akar-akarnya. Ada indikasi kuat bahwa peredaran narkotika ini tidak berdiri sendiri dan berpotensi sudah menyusup lebih dalam di lingkungan ASN Kota Cilegon,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan oknum ASN dalam kasus narkotika merupakan ancaman serius terhadap integritas pemerintahan.
Ia menilai, jika tidak ditangani secara komprehensif, hal ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Selain itu, HMI juga mendorong Pemerintah Kota Cilegon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk segera mengambil langkah konkret.
Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan tes urin secara massal kepada seluruh ASN tanpa pengecualian.
“Lakukan tes urin massal tanpa pandang jabatan. Ini bukan lagi soal pencitraan, tetapi soal menyelamatkan marwah pemerintahan. Jika tidak ada langkah berani, maka publik berhak curiga bahwa ada pembiaran sistemik,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Rizki menyebut kasus ini sebagai alarm keras bagi pemerintah daerah terkait lemahnya sistem pengawasan internal. Ia menilai, perlu ada pembenahan menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Jika hari ini ASN bisa menjadi bagian dari jaringan peredaran narkoba, maka ini adalah krisis serius dalam birokrasi. Pemerintah tidak boleh menutup mata. Bersihkan secara total atau bersiap kehilangan kepercayaan publik,” katanya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











