CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026-2027.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula DPRD Kota Cilegon, Kamis 9 April 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga dirangkaikan dengan Diskusi Publik yang menghadirkan ruang dialog kritis antara mahasiswa dan sejumlah stakeholder.
Ketua DEMA STIT Al-Khairiyah terpilih, Ahmad Halilullah, dalam sambutannya menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat intelektualitas mahasiswa serta meningkatkan kontribusi nyata terhadap isu-isu sosial di Kota Cilegon.
“Pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Kami ingin DEMA bukan hanya sekadar organisasi kampus, tapi juga mitra kritis pemerintah dalam membangun daerah, diawali dengan diskusi publik hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan gagasan solutif terhadap berbagai persoalan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan sosial.
Sementara itu, Diskusi Publik yang digelar usai pelantikan menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam forum ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta membedah berbagai tantangan pendidikan dan kondisi sosial yang dihadapi ke depan.
Berbagai isu strategis turut mengemuka dalam diskusi, mulai dari kualitas pendidikan, peran pemuda dalam pembangunan daerah, hingga pentingnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi-rekomendasi strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan STIT Al-Khairiyah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Cilegon secara luas.
Sebagai organisasi intra-kampus, DEMA STIT Al-Khairiyah memiliki peran penting sebagai wadah aspirasi mahasiswa, pengembangan bakat, serta pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda di lingkungan kampus.
Editor Daru











