CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon mendorong percepatan realisasi program dan serapan anggaran memasuki triwulan kedua tahun anggaran.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta segera menuntaskan penginputan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) serta melanjutkan proses pengadaan barang dan jasa.
PLT Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menegaskan bahwa tahapan perencanaan melalui SIRUP pada prinsipnya telah selesai dilakukan.
Saat ini, OPD tinggal menindaklanjuti dengan pelaksanaan pengadaan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Seluruh OPD memasuki triwulan kedua ini harus sudah menyelesaikan penginputan SIRUP dan melakukan proses pengadaan. Intinya SIRUP sudah kita tayangkan, tinggal OPD menindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pengadaan dapat langsung dijalankan melalui berbagai metode, mulai dari pelelangan, pengadaan langsung, hingga e-katalog.
Dengan demikian, tidak ada alasan bagi OPD untuk menunda pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Mulai dari pelelangan, pengadaan langsung, e-katalog sudah bisa langsung dilaksanakan,” jelasnya.
Aziz mengakui, pada triwulan pertama terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan kegiatan.
Di antaranya adalah momentum bulan Ramadan, Idulfitri, serta arus mudik yang berdampak pada ritme kerja OPD.
Selain itu, terdapat pula penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi serta kebutuhan penanganan kebencanaan, seperti banjir dan kerusakan infrastruktur, termasuk tembok penahan tanah (TPT) yang roboh di beberapa titik.
“Kalau kemarin mungkin ada beberapa kegiatan seperti puasa, lebaran dan arus mudik, sekarang OPD sudah diperintahkan agar segera melaksanakan seluruh kegiatan yang tertuang di DPA,” katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan program harus mengacu pada jadwal posting anggaran yang telah ditetapkan.
Jika anggaran telah tersedia pada triwulan berjalan, maka kegiatan seharusnya langsung direalisasikan tanpa harus menunggu hingga akhir tahun.
“Kita acuannya terhadap posting anggaran. Kalau sekarang sudah ada anggaran, kenapa harus menunggu di akhir,” tegasnya.
Editor: Bayu Mulyana











