SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Deru mesin kendaraan truk dan exskafator menambah kebisingan siang di Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Sebuah tanah lapang yang berada tak jauh dari saluran irigasi menjadi tempat masyarakat di lima kecamatan seperti Kecamatan Kragilan, Ciruas, Lebakwangi, Tirtayasa dan Kecamatan Kibin. Mereka berkumpul dan mengais rezeki, dari gunungan sampah sisa-sisa perusahaan.
Mereka tak lagi memandang usia dan gender, mereka berkumpul, mengais sebuah pengharapan dari sisa-sisa sampah yang dibuang oleh perusahaan.
Saat kendaraan truk baru datang, sebagain dari mereka sudah mengais sampah dari atas truk. Sebagian besar masyarakat lainnya berkumpul di dekat truk, mereka rela berdesak-kesakan menunggu sampah ditumpahkan.
Salah seorang warga Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Nining (30), mengaku aktivitas mengumpulkan sampah sisa industri tersebut sudah ia lakukan sejak tahun 2000, tepatnya saat dirinya duduk di bangku sekolah dasar.
“Sudah dilakukan dari dulu, sejak saya SD sekitar tahun 2000 an,” katanya, Senin 20 April 2026.
Ia mengungkapkan, jika hasil yang didapatkan tidak menentu. Kadang, ketika limbah yang dibuang perusahaan bagus, dalam artian banyak bahan-bahan yang berharga, dalam satu hari ia bisa mendapatkan hingga 29 kilogram.
“Tapi kalau limbahnya lagi kurang baik, saya minimal dapat 5 kilogram. Per kilogramnya untuk yang campuran itu dihargai Rp2 ribu. Tapi kalau alumunium, per kilogramnya Rp25 ribu,” ungkapnya.
Ia mengaku, sebenarnya berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah dasar di Tegal Maja. Aktifitas mengumpulkan sampah sisa industri itu ia lakukan ketika kewajibannya mengajar sudah ia tunaikan.
“Jadi setiap hari setelah pulang mengajar, lumayan ada waktu senggang saya gunakan untuk mengais rezeki dari sisa limbah perusahaan tersebut,” ujarnya.
Ia mengaku, biasanya limbah dari perusahaan dibuang di jam-jam tertentu, pagi biasanya dibuang pukul 06.00 WIB, siang sekitar pukul 11.00 atau 12.00 WIB dan sore biasanya sekitar pukul 14.00 WIB.
“Alhamdulillah, ini untuk menambah penghasilan keluarga. Biasanya kalau saya langsung ditimbang di tempat, jadi pulang langsung bawa uang,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











