KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Midi Utama Indonesia Tbk melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) menggandeng Yayasan Difabel Mandiri Indonesia untuk memperluas kesempatan kerja serta pemberdayaan bagi kelompok disabilitas.
Kegiatan tersebut dikemas dalam rangkaian halalbihalal yang digelar pada Jumat, 17 April 2026, di Tangerang.
Human Capital General Manager Alfamidi, Christiana Windarsih, mengatakan bahwa pihaknya terus membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk bergabung dan berkembang di perusahaan.
“Komitmen Alfamidi terus terbuka terhadap teman-teman disabilitas untuk belajar dan meningkatkan kompetensi. Jika memenuhi syarat, kami akan memproses seleksi agar bisa bekerja bersama kami,” ujarnya, melalui keterangan resmi yang diterima Rabu, 22 April 2026.
Menurutnya, hingga Maret 2026, Alfamidi telah mempekerjakan sebanyak 340 karyawan disabilitas atau yang dikenal dengan sebutan Alfability. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui ketentuan minimal satu persen dari total karyawan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Direktur Eksekutif Yayasan Difabel Mandiri Indonesia, Mohamad Syakur, mengapresiasi langkah yang dilakukan Alfamidi. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut guna membuka lebih banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
“Kami berharap Alfamidi terus menambah kuota pekerja disabilitas serta berkolaborasi dalam pendampingan, sehingga rekan-rekan semakin termotivasi, berdaya, dan percaya diri,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, dua karyawan Alfability, Ferdiansyah dan Siti Nurpadilah, turut berbagi kisah inspiratif kepada para peserta. Mereka menceritakan pengalaman bekerja di Alfamidi serta mendorong penyandang disabilitas lainnya untuk tetap semangat dan tidak menyerah.
“Saya sudah tujuh tahun bekerja di Alfamidi dan merasa sangat didukung untuk berkembang. Jangan pernah menyerah, tetap semangat untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Ferdiansyah.
Senada, Siti Nurpadilah yang telah bekerja lebih dari tiga tahun sambil melanjutkan pendidikan juga merasakan dukungan lingkungan kerja yang positif.
Editor: Agus Priwandono











