LEBAK- Menjelang keberangkatan calon jemaah haji asal Lebak pada 15 Mei 2026, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lebak bersilaturahmi dengan Bupati Lebak.
Kunjungan tersebut dilakukan selain melaporkan keberangkatan haji juga agar dalam pelaksanaan keberangkatan berjalan lancar.
Tahun ini sebanyak 741 jemaah hani asal Lebak akan meninaokan rukjm Islam ke lima itu. Gelombang pertatama yang masuk dalam kloter 18 akan berangkat sebanyak 393 orang pada 15 Mei 2026 dan pemberangkatan kedua tergabung dalam kloter 22 berangkat pada 17 Mei 2026.
“Kita silaturahmi seiring dengan adanya
kementerian baru Haji dan Umroh sekaligus melaporkan rencana pemeberangkatan calon haji asal Lebak kepada Pemkab Lebak,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lebak Halimatussadiah, Kamis 23 April 2026.
Kata dia, Kementerian Haji dan Umroh Lebak berkomiten untuk menghadirkan
tata kelola penyelenggaraan haji yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.
“Tentunya, harus lebih baik penyelenggaraan
ibadah haji ke depan seiring dengan adanya
kementerian baru yang diharapkan mampu
meningkatkan kualitas pelayanan secara lebih
optimal dan profesional,” ujarnya.
Terkait dengan keberangkatan calon haji asal Lebak, kata dia, rencannya, ratusan jemaah haji akan dilepas oleh Bupati Lebak Hasbi Jayabaya di Pendopo Lebak.
“Jemaah haji asal Lebak tahun ini yang akan berangkat sebanyak 745 orang. Namun, 3 orang meninggal 1 sakit permanen. Jadi yang layak terbang sejauh ini 741 orang,” katanya.
Dengan semakin dekatnya pemeberangkatan, dia mengimbau kepada ratusan calon jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan. Sehingga, saat pemberangkatan dalam kondisi sehat.
Sementara itu Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyampaikan harapannya agar kehadiran Kementerian Haji dan Umroh dapat menjadi
tolok ukur dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya calon jamaah haji di Kabupaten Lebak.
“Pemerintah daerah menyambut baik hadirnya
Kementerian Haji. Kami berharap keberadaan
kementerian ini dapat memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi para jamaah, mulai dari persiapan hingga kepulangan ke tanah
air,” ujar Hasbi.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan ibadah haji. la mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam memberikan pelayanan kepada
jamaah.
“Semua pihak harus bisa bekerja bersama. Jangan ada ego sektoral, karena para jamaah haji adalah tamu Allah yang harus kita layani dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Selain itu, aspek keadilan dalam pelayanan juga menjadi perhatian utama, agar seluruh jamaah mendapatkan hak yang sama dalam proses penyelenggaraan ibadah haji.
“Saya berharap seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar, serta para jamaah senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, baik selama di Tanah Suci maupun hingga kembali ke tanah air,” harapnya.
Editor: Abdul Rozak











