TANGERANG, RADARBANTEN.CO ID – Dampak perang terhadap emas menjadi sorotan saat ketegangan global meningkat. Emas dikenal sebagai safe haven yang biasanya diburu investor ketika kondisi tidak pasti sehingga harganya cenderung naik.
Namun, kondisi terbaru justru menunjukkan hal yang berbeda. Harga emas sempat melemah di tengah konflik, meski tren jangka panjangnya masih bergerak naik dan bahkan mendekati Rp 3 juta per gram.
Fenomena ini terjadi karena pergerakan emas tidak hanya dipengaruhi oleh perang, tetapi juga oleh faktor lain, seperti suku bunga, dolar AS, dan imbal hasil riil yang bisa menahan kenaikan harga.
Artinya, meski aliran dana ke aset aman tetap terjadi, tidak selalu berujung pada lonjakan harga yang konsisten.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa faktor harga emas bisa naik akibat dampak perang.
Ketidakpastian Geopolitik dan Pasar Emas
Geopolitik berkaitan dengan hubungan antarnegara dan kebijakan global yang bisa memengaruhi kondisi ekonomi dunia.
Saat situasi memanas karena perang, konflik, atau ketegangan politik, investor biasanya mengalihkan dana ke aset yang cenderung stabil, dan emas hampir selalu jadi pilihan utama.
Hal ini terjadi karena emas memiliki karakter yang unik, yaitu tidak terikat pada satu negara, tidak terdampak risiko gagal bayar, dan likuiditasnya tinggi.
Selain itu, emas juga mempunyai rekam jejak kuat sebagai pelindung nilai, terutama di fase awal krisis ketika kepanikan pasar meningkat.
Artinya, meskipun perang dan ketegangan global bisa mendorong harga emas naik, arah pergerakannya tetap bergantung pada kombinasi berbagai faktor, bukan hanya geopolitik semata.
Dampak Perang Terhadap Emas
Sejak dulu, emas dikenal sebagai aset berharga yang sering jadi “pelarian” saat kondisi dunia tidak stabil.
Oleh karena itu, dampak perang terhadap emas umumnya terlihat dari meningkatnya permintaan yang kemudian mendorong harga naik.
Ketika konflik pecah, investor cenderung meninggalkan aset berisiko dan beralih ke emas untuk menjaga nilai kekayaan mereka.
Hal ini terlihat dari berbagai peristiwa, seperti perang Rusia–Ukraina hingga konflik di Timur Tengah, di mana harga emas sempat melonjak karena meningkatnya ketakutan pasar.
Secara historis pun, pola ini terus berulang. Semakin besar ketidakpastian, biasanya harga emas ikut terdorong naik.
Jadi, apakah harga emas saat perang selalu naik? Jawabannya adalah cenderung naik, tapi tidak selalu.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi








