CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Cilegon kembali dilirik sebagai pusat investasi industri strategis. Kali ini, investasi jumbo senilai Rp10 triliun untuk pembangunan pabrik truk listrik pertama di Indonesia dikabarkan bakal masuk ke kawasan industri di Kota Baja.Dikutip dari IDX Channel, investasi tersebut digarap oleh Nusantara Halid Group (NH Group) bersama Grand Seleron Indonesia.
Proyek ini merupakan relokasi pabrik milik Cang Kuang Mining Machinery dari China ke kawasan Krakatau Industrial Estate.Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, menjelaskan bahwa pihaknya juga menggandeng sejumlah perusahaan pendukung untuk memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik tersebut.
“NH Group juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait, antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China, untuk menyuplai baterai bagi CKMM,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 17 April 2026.
Langkah investasi ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Jual-beli Lahan Industri (PJLI) seluas 8 hektare antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur dan PT Almas Mandiri Anugerah (AMA), entitas anak usaha GSI, pada 26 Februari 2026 di Cilegon.
Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan hingga mencapai 50 hektare. Bahkan, alokasi investasi untuk pengadaan lahan saja diperkirakan menyentuh Rp1,2 triliun.Keputusan PT Krakatau Sarana Infrastruktur melepas lahan tidak lepas dari prospek besar industri truk listrik yang tengah berkembang.
Perusahaan juga telah meninjau langsung teknologi pengisian energi listrik di Pelabuhan Changzhou, China, yang dinilai efisien.Teknologi tersebut memungkinkan pengisian daya selama satu jam untuk operasional truk hingga 12 jam, sehingga dinilai mampu mendukung produktivitas sektor logistik dan industri berat.
Selain itu, NH Group juga tengah menjajaki kerja sama dengan produsen baja asal China, Hunan Iron & Steel Group. Kolaborasi ini bertujuan membantu Krakatau Steel dalam memenuhi kebutuhan bahan baku baja murni untuk produksi truk listrik, alat berat, dan tongkang.
HISG sendiri merupakan perusahaan baja besar di Provinsi Hunan yang berdiri sejak 1997 dengan kapasitas produksi mencapai 30 juta ton per tahun serta didukung 36.000 tenaga kerja.
Secara finansial, perusahaan ini memiliki total aset sekitar 200 miliar yuan dan pendapatan operasional mencapai 240 miliar yuan.Tak hanya itu, PT Nusantara Halid juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd guna memperluas penetrasi pasar Battery Energy Storage (BES) di Indonesia.
Reporter : Adam Fadillah Keyword : Investasi truk listrik, pabrik truk listrik Cilegon, investasi Rp10 triliunTag : Cilegon, investasi, truk listrik, industri, Krakatau Steel, KSI, NH Group, GSI, baterai listrik, ekonomi Banten
Caption : NH Group dan Grand Saleron Bangun Pabrik Truk Listrik di Cilegon, Investasi Rp10 Triliun. Foto: NH Group.











