TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang, M. Nawa Said Dimyati, buka suara terkait tudingan terhadap dua anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Tangerang mengenai dugaan penyalahgunaan dana hibah dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Tudingan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menyeret nama Nonce Thendean dan Aida Hubaedah.
Nonce, diketahui sebagai anggota DPRD dari Dapil V, dituding terkait dugaan korupsi dana hibah mobil siaga senilai sekitar Rp1,5 miliar.
Sementara, Aida Hubaedah dari Dapil II disorot atas dugaan penyalahgunaan wewenang pembangunan fasilitas menggunakan dana hibah sekitar Rp1,2 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Nawa Said menegaskan bahwa seluruh program aspirasi yang dikawal kader Partai Demokrat telah berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.
“Kami sudah melakukan kroscek internal dan memastikan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan kedua kader kami melakukan tindak pidana korupsi.” ujar Nawa saat ditemui di kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang, Jumat 22 Mei 2026.
Menurut dia, sistem penganggaran daerah saat ini telah berjalan ketat dan terintegrasi secara digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Dimana dia menjelaskan, usulan Pokir harus melewati tahapan verifikasi di Bappeda hingga pembahasan KUA-PPAS sebelum ditetapkan dalam APBD.
“Pokir itu bukan dana tunai yang dipegang anggota dewan. Pokir itu merupakan usulan pembangunan dari masyarakat, sedangkan pelaksanaan dan penganggarannya berada di dinas terkait,” ujarnya.
Terkait tuduhan terhadap Nonce Thendean mengenai pengadaan mobil siaga tahun 2018–2019, Nawa mengatakan bahwa program tersebut merupakan program hibah Pemerintah Kabupaten Tangerang yang diusulkan banyak anggota DPRD.
Dia mengungkapkan, setelah Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ditandatangani, kendaraan langsung diserahkan kepada kelompok masyarakat penerima lengkap dengan dokumen kepemilikannya.
“Nah, sampai sekarang mobil-mobil tersebut masih ada. Bahkan ketika ada kendaraan yang berpindah tangan karena pengurus tidak amanah, kader kami justru ikut membantu menarik kembali kendaraan itu,” ujarnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi









