SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Juara Piala Eropa 2024, Spanyol ditahan imbang Cape Verde 0-0 di Grup H Piala Dunia 2026. Pertandingan Spanyol vs Cape Verde berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Senin, 15 Juni 2026 malam.
Spanyol yang difavoritkan menang justru tak berkutik menghadapi pertahanan tangguh Cape Verde sepanjang laga. La Roja, julukan Spanyol tercatat menguasai 62 persen pengusaan bola berbanding 38 persen dengan negara berpenduduk 500 ribu jiwa di benua Afrika itu.
Usai laga pelatih Spanyol, Luis de la Fuente mengakui laga perdana sebuah turnamen apalagi sekelas piala dunia selalu sulit apalagi melawan tim yang kerap memberikan kejutan. “Seharusnya kami memenangkan pertandingan hari ini dengan semua yang terjadi, dengan semua situasi menguntungkan yang kami ciptakan, tetapi kami kurang segar dan ketajaman dalam penyelesaian akhir,” kata Luis dalam rilis resmi FIFA.
Ia mengatakan, telah mengingatkan anak buahnya akan rapatnya barisan lini pertahanan Cape Varde. Ia telah mempredksi Caper Varde akan bermain bertahan.
“Lawan kami adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu mereka akan bermain bertahan rapat dan dengan pemain-pemain yang sangat kuat. Jika ditambah dengan fakta bahwa kami kurang segar, maka hal ini terjadi. Sepak bola memang seperti itu – tidak ada lawan yang lemah di sini,” katanya.
Untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, kata dia, Spanyol akan terus meningkatkan daga gedor punggawanya terutama di lini tengah dan depan. “Dalam pikiran kami ada hal positif dan keinginan untuk berkembang. Kami perlu terus berkembang dan mendapatkan ritme permainan. Itulah tujuan besar kami dalam beberapa hari ke depan hingga pertandingan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Kiper Cape Varde, Vozinha mengaku senang atas keberhasilan timnya menahan salah satu terbaik di dunia. “Kami telah bekerja keras untuk ini. Kami tahu kami bermain melawan salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi kami juga tahu kualitas kami. Kami telah bekerja keras untuk hari besar ini. Kami tahu ini akan sangat sulit, tetapi kami sangat bahagia,” ujarnya.
Editor : Rostinah











