slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Pandeglang

Nelayan Sumur dan Panimbang Nyaris Bentrok Fisik di Tengah Laut, Ini Penyebabnya

Purnama Irawan by Purnama Irawan
02-07-2026 18:06:53
in Pandeglang
Nelayan Sumur nyaris adu fisik dengan nelayan Panimbang di atas tengah laut karena rumponnya rusak akibat kena jaring cantrang milik nelayan asal Panimbang.
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Nelayan asal Panimbang dengan nelayan asal Sumur, Kabupaten Pandeglang nyaris bentrok fisik di tengah laut perairan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Bentrokan fisik nyaris terjadi karena rumpon atau alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut dangkal maupun laut dalam untuk memikat gerombolan ikan, rusak akibat kena jaring Arad atau jaring cantrang (pukat harimau kecil) milik nelayan asal Panimbang.

Rumpon milik nelayan Sumur mengalami kerusakan karena jaring Arad atau jaring Cantrak itu berupa penangkap ikan yang berbentuk kantong kerucut dan termasuk dalam kelompok pukat tarik berkapal.  Alat ini dioperasikan dengan menyapu dasar perairan menggunakan tali selambar panjang untuk menangkap ikan dan hewan laut yang dapat merusak ekosistem dan terumbu karang.

Baca Juga :

Kapal Terbalik Ditabrak Tongkang, Empat Nelayan Pandeglang Selamat Berkat Tong

Sidang Kasus Dugaan Penjualan Baby Bening Lobster Kembali Digelar di PN Pandeglang

Waspada, Kementerian ESDM Minta Nelayan di Sumur Mendekati GAK

Ikan Cekong Melimpah, Nelayan Indramayu Ikut Mendapatkan Berkah

Nelayan asal Sumur, Rudiatna membenarkan, adanya kejadian nelayan nyaris bentrok fisik di tengah laut. “Antara nelayan Sumur dan Nelayan asal Panimbang. Itu karena dipicu jaring Arad milik nelayan Panimbang diduga merusak rumpon yang sudah dipasang nelayan warga Sumur,” katanya, Kamis, 2 Juli 2026.

Rudiatna menjelaskan, nelayan sumur melakukan penangkapan ikan menggunakan kapal atau perahu kecil serta metode penangkapan menggunakan rumpon. “Kita menggunakan rumpon sebetulnya untuk dapat melakukan penangkapan ikan tanpa harus merusak ekosistem. Tapi beda sama nelayan menggunakan jaring Arad atau pukat harimau kecil. Itu bisa merusak ekosistem dan terumbu karang,” katanya.

Selama ini, lanjutnya, para nelayan Sumur dalam tangkap ikan mengandalkan rumpon. Namun pada Sabtu, 27 Juni 2026 kemarin, rumpon milik nelayan warga Sumur rusak akibat kena jaring Arad milik nelayan Sumur. “Melihat rumpon rusak tentu nelayan dari Sumur secara spontan berteriak meminta pertanggungjawaban kepada nelayan asal Panimbang. Hingga terjadi adu mulut di tengah laut, namun tidak sampai bentrok fisik,” katanya.

Nelayan lainnya asal Sumur, Agung mengatakan, kejadian ini bukan sekali dua kali tetapi ke sekian kalinya. “Padahal kan mereka tahu, wilayah pesisir Sumur itu perairan dangkal dan ada rumponnya. Kenapa sampai masuk ke area itu,” katanya.

“Kalau ke perairan dangkal bukan hanya rumpon rusak tapi juga terumbu karang ikut rusak. Waktu zaman Menterinya Ibu Susi kan Cantrang itu dilarang karena merusak,” katanya. Agung menegaskan, nelayan Sumur kemarin masih bisa menahan diri tidak sampai terjadi tindakan anarkis. Namun apabila kembali terulang maka para nelayan Sumur akan melakukan penyitaan kapalnya.

“Sementara untuk nelayannya tidak akan kita apa-apain. Suruh pulang paling tapi perahunya kita tahan,” katanya. Agung berharap petugas terkait dapat mengambil tindakan tegas. “Jadi jangan sampai menutup mata atas persoalan ini. Apabila petugas diam maka tentu nanti hukum rimba berjalan,” katanya.

Editor : Rostinah

Tags: jaring cantrangNelayan Panimbangnelayan sumurperairan sumur dangkalpukat harimau
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

DPUPR Cilegon Sebut Kandang Ayam di Bagendung Belum Kantongi Izin PKKPR

Next Post

Hari ke-3 Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin, Asap Pekat Selimuti Permukiman dan Jalan di Rajeg

Related Posts

Kapal Terbalik Ditabrak Tongkang, Empat Nelayan Pandeglang Selamat Berkat Tong
Berita Utama

Kapal Terbalik Ditabrak Tongkang, Empat Nelayan Pandeglang Selamat Berkat Tong

by Purnama Irawan
Jumat, 12 September 2025 21:38

PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebuah Kapal Motor Nanjung Sari GT 5 berpenumpang lima orang nelayan asal Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang terbalik di...

Read moreDetails

Sidang Kasus Dugaan Penjualan Baby Bening Lobster Kembali Digelar di PN Pandeglang

Waspada, Kementerian ESDM Minta Nelayan di Sumur Mendekati GAK

Ikan Cekong Melimpah, Nelayan Indramayu Ikut Mendapatkan Berkah

Calon Bupati Pandeglang Dewi Setiani Hadiri Acara Tasyakuran Laut

Ribuan Orang Ramaikan Tasyakuran Laut Panimbang 2024

DKP Banten Amankan Pukat Harimau dari Oknum Nelayan di Pandeglang

Ilegal Fishing Marak, HNSI Minta Audiensi dengan DKP Banten

HNSI Temukan Kapal Nelayan Gunakan Pukat Harimau di Banten Selatan

Harga Ikan di Pandeglang Belum Stabil

Next Post
Situasi kepulan asap yang menyebar ke pemukiman warga, Kamis 2 Juli 2026 sore. (Foto: Mulyadi)

Hari ke-3 Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin, Asap Pekat Selimuti Permukiman dan Jalan di Rajeg

Warga Keluhkan Bau dari Material yang Diduga Limbah Kapur di Sekitar Perumahan Cilegon Park

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Warga Keluhkan Bau dari Material yang Diduga Limbah Kapur di Sekitar Perumahan Cilegon Park

Kamis, 2 Juli 2026 18:26
Situasi kepulan asap yang menyebar ke pemukiman warga, Kamis 2 Juli 2026 sore. (Foto: Mulyadi)

Hari ke-3 Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin, Asap Pekat Selimuti Permukiman dan Jalan di Rajeg

Kamis, 2 Juli 2026 18:14
Nelayan Sumur nyaris adu fisik dengan nelayan Panimbang di atas tengah laut karena rumponnya rusak akibat kena jaring cantrang milik nelayan asal Panimbang.

Nelayan Sumur dan Panimbang Nyaris Bentrok Fisik di Tengah Laut, Ini Penyebabnya

Kamis, 2 Juli 2026 18:06
Perumahan BCA Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.

DPUPR Cilegon Sebut Kandang Ayam di Bagendung Belum Kantongi Izin PKKPR

Kamis, 2 Juli 2026 17:46
Universitas Esa Unggul Resmi Luncurkan Fakultas Kedokteran

Universitas Esa Unggul Resmi Luncurkan Fakultas Kedokteran

Kamis, 2 Juli 2026 17:38
Bangunan pengganti SDN Pasirsedang dan Masjid Al-Ikhlas

WIKA Serang Panimbang Serahkan Fasilitas Pengganti bagi Warga Terdampak Tol

Kamis, 2 Juli 2026 17:35

Warga Keluhkan Bau dari Material yang Diduga Limbah Kapur di Sekitar Perumahan Cilegon Park

Kamis, 2 Juli 2026 18:26
Situasi kepulan asap yang menyebar ke pemukiman warga, Kamis 2 Juli 2026 sore. (Foto: Mulyadi)

Hari ke-3 Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin, Asap Pekat Selimuti Permukiman dan Jalan di Rajeg

Kamis, 2 Juli 2026 18:14
Nelayan Sumur nyaris adu fisik dengan nelayan Panimbang di atas tengah laut karena rumponnya rusak akibat kena jaring cantrang milik nelayan asal Panimbang.

Nelayan Sumur dan Panimbang Nyaris Bentrok Fisik di Tengah Laut, Ini Penyebabnya

Kamis, 2 Juli 2026 18:06
Perumahan BCA Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.

DPUPR Cilegon Sebut Kandang Ayam di Bagendung Belum Kantongi Izin PKKPR

Kamis, 2 Juli 2026 17:46
Universitas Esa Unggul Resmi Luncurkan Fakultas Kedokteran

Universitas Esa Unggul Resmi Luncurkan Fakultas Kedokteran

Kamis, 2 Juli 2026 17:38
Bangunan pengganti SDN Pasirsedang dan Masjid Al-Ikhlas

WIKA Serang Panimbang Serahkan Fasilitas Pengganti bagi Warga Terdampak Tol

Kamis, 2 Juli 2026 17:35

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Warga Keluhkan Bau dari Material yang Diduga Limbah Kapur di Sekitar Perumahan Cilegon Park

by Adam Fadillah
Kamis, 2 Juli 2026 18:26

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID  – Warga menemukan tumpukan material yang diduga merupakan limbah kapur di sekitar kolam belakang Masjid Cilegon Park, Kelurahan...

Situasi kepulan asap yang menyebar ke pemukiman warga, Kamis 2 Juli 2026 sore. (Foto: Mulyadi)

Hari ke-3 Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin, Asap Pekat Selimuti Permukiman dan Jalan di Rajeg

by Mulyadi
Kamis, 2 Juli 2026 18:14

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai berdampak serius terhadap...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak