PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Pandeglang menggelar Musda (Musyawarah Daerah) IV Tahun 2026. Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Pandeglang memasuki regenerasi kepemimpinan.
Musda IV KAHMI Kabupaten Pandeglang merupakan estafet kaderisasi organisasi sekaligus momentum strategis pergantian pengurus.
Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Pandeglang, Dian Ardiansyah, menilai Musyawarah Daerah (Musdw) IV KAHMI Kabupaten Pandeglang Tahun 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan.
“Forum permusyawaratan tertinggi tingkat daerah itu perlu diarahkan sebagai ruang membangun sinergi antara kader HMI dan Korps Alumni HMI (KAHMI) dalam merumuskan agenda strategis organisasi yang relevan dengan tantangan pembangunan daerah. Musda harus menjadi ruang konsolidasi yang mempertemukan energi kader dengan pengalaman alumni,” katanya, Jumat, 3 Juli 2026.
Dian berharap, dari forum ini lahir kepemimpinan yang tidak hanya memiliki legitimasi organisatoris, tetapi juga kapasitas intelektual dan komitmen terhadap penguatan peran KAHMI dalam lingkungan tengah masyarakat.
“Ukuran kualitas sebuah MUSDA tidak semata dari terpilihnya presidium, melainkan dari sejauh mana prosesnya mampu menjunjung prinsip demokrasi organisasi, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap konstitusi organisasi,” katanya.
Sebuah dinamika yang muncul menjelang maupun selama pelaksanaan Musda merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, seluruh pihak hendaknya menjadikan perbedaan pandangan sebagai bagian dari proses dialektika untuk menghasilkan keputusan terbaik, bukan sebagai pemicu fragmentasi organisasi.
“KAHMI memiliki tanggung jawab menjaga kesinambungan nilai-nilai kaderisasi HMI. Karena itu, komunikasi antara kader dan alumni harus terus diperkuat agar organisasi tetap adaptif terhadap perubahan sosial sekaligus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.
Lebih lanjut Dian mendorong, agar kepemimpinan yang lahir dari Musda memiliki orientasi pada penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Serta peningkatan kontribusi KAHMI dalam memberikan gagasan pada isu-isu strategis Kabupaten Pandeglang.
“Musda seharusnya menjadi titik tolak lahirnya agenda organisasi yang lebih terukur, berbasis kebutuhan masyarakat, dan mampu memperkuat posisi KAHMI sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif dalam pembangunan daerah,” katanya.
Dian juga berharap, pelaksanaan Musda IV KAHMI Kabupaten Pandeglang berlangsung kondusif, menjunjung tinggi etika organisasi.
“Serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen KAHMI demi memperkuat persatuan dan memperbesar kontribusi organisasi bagi umat, bangsa, dan daerah,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana










