CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) resmi menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia DPD APTRINDO Banten untuk menerapkan digitalisasi monitoring truk angkutan barang di kawasan pelabuhan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Jumat 3 Juli 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasi PT Krakatau Bandar Samudera, Aep Dedi Laksana, bersama Ketua DPD APTRINDO Provinsi Banten, Dede Rohana Putra.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengintegrasikan sistem monitoring elektronik terhadap aktivitas truk angkutan barang yang beroperasi di area PT KBS.
Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan lalu lintas kendaraan logistik sekaligus mempercepat proses bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Direktur Operasi PT Krakatau Bandar Samudera, Aep Dedi Laksana, mengatakan digitalisasi menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem pelayanan logistik yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.
“Kerja sama ini mencakup monitoring aktivitas truk angkutan barang yang beroperasi di area PT KBS, koordinasi dalam penerapan sistem akses truk yang terintegrasi dengan sistem monitoring elektronik yang sudah berjalan, serta pendataan dan verifikasi perusahaan angkutan truk guna mempermudah penerapan sistem akses terintegrasi secara elektronik,” kata Aep Dedi Laksana.
Menurutnya, penerapan sistem digital tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi seluruh pelaku usaha logistik sekaligus meningkatkan kualitas layanan operasional di lingkungan PT KBS.
Sementara itu, Ketua DPD APTRINDO Provinsi Banten, Dede Rohana Putra, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi monitoring menjadi solusi untuk menciptakan distribusi logistik yang lebih tertata, transparan, dan efisien.
“Kerja sama digitalisasi monitoring truk angkutan barang ini menjadi bentuk kolaborasi antara PT KBS dan DPD APTRINDO Provinsi Banten untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat serta memperlancar distribusi logistik,” ujar Dede Rohana Putra.
Selain melakukan monitoring aktivitas truk, kerja sama tersebut juga mencakup koordinasi dalam penerapan sistem akses kendaraan yang terhubung secara elektronik.
Kedua pihak juga akan melakukan pendataan dan verifikasi perusahaan angkutan yang beroperasi di kawasan PT KBS sebagai bagian dari implementasi sistem digital yang terintegrasi.
Melalui penerapan sistem monitoring berbasis digital tersebut, PT KBS dan APTRINDO Banten berharap pengelolaan arus kendaraan logistik di kawasan pelabuhan dapat berlangsung lebih efektif, aman, dan akuntabel sehingga mendukung kelancaran rantai pasok di wilayah Banten maupun secara nasional.










