• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Travel Pariwisata

Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Syaiful Adha by Syaiful Adha
Sabtu, 4 Juli 2026 10:47
in Pariwisata, Travel
0
Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Sejarah, Sejarah Kota Tangerang, Kampung Pakojan, Kecamatan Pinang, Haji Emen

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di balik pesatnya perkembangan Kota Tangerang, tersimpan berbagai kisah sejarah yang menjadi asal-usul nama sejumlah wilayah.

Salah satunya Kampung Pakojan di Kecamatan Pinang yang kini berada di antara dua kawasan kota mandiri, yakni Modernland Tangerang dan Alam Sutera.

Berdasarkan buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin, nama Kampung Pakojan tidak terlepas dari sosok K.H. Usman atau yang lebih dikenal sebagai Haji Emen.

Ia dikenal sebagai penduduk pertama sekaligus tokoh yang memberi nama Pakojan bagi wilayah tersebut.

Sebelum dikenal sebagai Kampung Pakojan, kawasan itu merupakan bagian dari wilayah Cipete, Kecamatan Pinang. Hingga kini, sebagian masyarakat masih menyebut daerah tersebut dengan nama Cipete Pakojan.

Dalam buku tersebut dijelaskan, Haji Emen menamai kampungnya Pakojan karena terinspirasi dari kawasan Pakojan di Jakarta Barat, tempat ia menimba ilmu agama Islam.

“Yang menamakan Kampung Pakojan adalah Haji Emen. Sebelum berdakwah di kampung ini dulu memang belajarnya di Pakojan Jakarta. Dulunya diharapkan biar jadi pusat pembinaan agama,” tulis Burhanudin dalam bukunya.

Tak hanya memberi nama, Haji Emen juga mendirikan masjid pertama di kawasan tersebut yang hingga kini masih berdiri. Makamnya berada di depan mimbar masjid dan dikenal masyarakat sebagai Kramat Pakojan.

Pemilihan nama Pakojan juga mengandung harapan besar. Haji Emen menginginkan wilayah yang dibangunnya berkembang seperti kawasan Pakojan di Jakarta yang pada masa itu dikenal sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat pendidikan agama Islam.

Istilah Pakojan sendiri diyakini berasal dari bahasa India, yakni kojal choja yang berarti orang Muslim. Pada masa kolonial, kawasan Pakojan di Jakarta Barat dikenal sebagai permukiman masyarakat Arab sekaligus pusat aktivitas keagamaan.

Selain berdakwah, Haji Emen juga menjadi guru agama bagi masyarakat sekitar. Banyak warga Kampung Pakojan saat itu belajar agama kepadanya sehingga wilayah tersebut berkembang sebagai pusat pembinaan keislaman.

Kini, Kampung Pakojan menjadi salah satu kelurahan di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Wilayah ini berbatasan dengan Kelurahan Kunciran di sebelah timur, Kelurahan Cikokol di sebelah barat, Kelurahan Panunggangan di sebelah selatan, dan Kelurahan Poris Plawad di sebelah utara.

Meski telah berkembang menjadi kawasan perkotaan, sejarah Kampung Pakojan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Tangerang sekaligus mengingatkan masyarakat akan peran besar Haji Emen dalam menyebarkan ajaran Islam dan membangun identitas wilayah tersebut.*

Editor : Krisns Widi Aria

Tags: Haji EmenKampung PakojanKecamatan PinangsejarahSejarah Kota Tangerang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Salip Mbappe, Lionel Messi Puncaki Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 dengan 7 Gol

Next Post

Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Next Post
Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang Usulkan Pesta Rakyat Cibaliung Masuk KEN

by Purnama Irawan
Jumat, 21 Agustus 2026 16:28
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Gubernur Banten Andra Soni mengusulkan Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) untuk masuk dalam kalender pariwisata nasional atau Karisma...

Kunjungi Sekber Bersama, Bupati Pandeglang Ungkapkan Hal Ini

by Abdul Rozak
Jumat, 21 Agustus 2026 16:26
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengunjungi Kantor Sekretariat Bersama PWI dan SMSI dalam Komplek Perkantoran Cikupa, Kelurahan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.