slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Travel Pariwisata

Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Syaiful Adha by Syaiful Adha
04-07-2026 10:47:30
in Pariwisata, Travel
Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Sejarah, Sejarah Kota Tangerang, Kampung Pakojan, Kecamatan Pinang, Haji Emen

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di balik pesatnya perkembangan Kota Tangerang, tersimpan berbagai kisah sejarah yang menjadi asal-usul nama sejumlah wilayah.

Salah satunya Kampung Pakojan di Kecamatan Pinang yang kini berada di antara dua kawasan kota mandiri, yakni Modernland Tangerang dan Alam Sutera.

Baca Juga :

Menggali Sejarah Periuk Jaya, Warisan Gerabah dan Masjid Pintu Seribu

33 Tahun Kota Tangerang: Sejarah Singkat dan Daftar Wali Kota

Mengenal Tradisi Munggahan untuk Menyambut Bulan Ramadan

Dari Masjid hingga Kelenteng, Ini 5 Situs Bersejarah Kota Tangerang

Berdasarkan buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin, nama Kampung Pakojan tidak terlepas dari sosok K.H. Usman atau yang lebih dikenal sebagai Haji Emen.

Ia dikenal sebagai penduduk pertama sekaligus tokoh yang memberi nama Pakojan bagi wilayah tersebut.

Sebelum dikenal sebagai Kampung Pakojan, kawasan itu merupakan bagian dari wilayah Cipete, Kecamatan Pinang. Hingga kini, sebagian masyarakat masih menyebut daerah tersebut dengan nama Cipete Pakojan.

Dalam buku tersebut dijelaskan, Haji Emen menamai kampungnya Pakojan karena terinspirasi dari kawasan Pakojan di Jakarta Barat, tempat ia menimba ilmu agama Islam.

“Yang menamakan Kampung Pakojan adalah Haji Emen. Sebelum berdakwah di kampung ini dulu memang belajarnya di Pakojan Jakarta. Dulunya diharapkan biar jadi pusat pembinaan agama,” tulis Burhanudin dalam bukunya.

Tak hanya memberi nama, Haji Emen juga mendirikan masjid pertama di kawasan tersebut yang hingga kini masih berdiri. Makamnya berada di depan mimbar masjid dan dikenal masyarakat sebagai Kramat Pakojan.

Pemilihan nama Pakojan juga mengandung harapan besar. Haji Emen menginginkan wilayah yang dibangunnya berkembang seperti kawasan Pakojan di Jakarta yang pada masa itu dikenal sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat pendidikan agama Islam.

Istilah Pakojan sendiri diyakini berasal dari bahasa India, yakni kojal choja yang berarti orang Muslim. Pada masa kolonial, kawasan Pakojan di Jakarta Barat dikenal sebagai permukiman masyarakat Arab sekaligus pusat aktivitas keagamaan.

Selain berdakwah, Haji Emen juga menjadi guru agama bagi masyarakat sekitar. Banyak warga Kampung Pakojan saat itu belajar agama kepadanya sehingga wilayah tersebut berkembang sebagai pusat pembinaan keislaman.

Kini, Kampung Pakojan menjadi salah satu kelurahan di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Wilayah ini berbatasan dengan Kelurahan Kunciran di sebelah timur, Kelurahan Cikokol di sebelah barat, Kelurahan Panunggangan di sebelah selatan, dan Kelurahan Poris Plawad di sebelah utara.

Meski telah berkembang menjadi kawasan perkotaan, sejarah Kampung Pakojan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Tangerang sekaligus mengingatkan masyarakat akan peran besar Haji Emen dalam menyebarkan ajaran Islam dan membangun identitas wilayah tersebut.*

Editor : Krisns Widi Aria

Tags: Haji EmenKampung PakojanKecamatan PinangsejarahSejarah Kota Tangerang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Salip Mbappe, Lionel Messi Puncaki Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 dengan 7 Gol

Next Post

Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Related Posts

Penampakan dari atas Mesjid Pintu Seribu
Sosial Budaya

Menggali Sejarah Periuk Jaya, Warisan Gerabah dan Masjid Pintu Seribu

by Syaiful Adha
Minggu, 3 Mei 2026 11:29

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Jejak sejarah lokal di Kota Tangerang menyimpan banyak cerita menarik. Salah satunya berasal dari wilayah Kelurahan...

Read moreDetails

33 Tahun Kota Tangerang: Sejarah Singkat dan Daftar Wali Kota

Mengenal Tradisi Munggahan untuk Menyambut Bulan Ramadan

Dari Masjid hingga Kelenteng, Ini 5 Situs Bersejarah Kota Tangerang

Poris Plawad, Warisan Perjuangan Perempuan Betawi Melawan Kolonialisme

Sejarah Panjang Jurumudi Tangerang, Dari Kampung Sopir hingga Kelurahan Padat

Belendung, Kampung Bersejarah di Kota Tangerang yang Terkait Si Pitung

Ini Dia Contoh Uang Kartal, Ciri-Ciri, hingga Fungsinya

TMP Taruna Kota Tangerang, Tempat Wisata Mengisi Akhir Pekan Sambil Belajar Sejarah

Dulu Perkebunan Nanas, Kini Jantung Aktivitas Kota Tangerang

Next Post
Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Buka 24 Jam, Warkop Mbok Dasmi Modernland Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Tangerang

Buka 24 Jam, Warkop Mbok Dasmi Modernland Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Tangerang

Tren Nongkrong Sambil Minum Jamu di Kalangan Anak Muda Meningkat, Sedjenak Ngejamu Jadi Pilihan

Tren Nongkrong Sambil Minum Jamu di Kalangan Anak Muda Meningkat, Sedjenak Ngejamu Jadi Pilihan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

PT KBS Bersama APTRINDO Banten Lakukan Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang

PT KBS Bersama APTRINDO Banten Lakukan Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang

Sabtu, 4 Juli 2026 11:49
Warga Kota Tangerang Perlu Tahu, Ini Cara Mengakses Layanan Ambulans Gratis 119

Warga Kota Tangerang Perlu Tahu, Ini Cara Mengakses Layanan Ambulans Gratis 119

Sabtu, 4 Juli 2026 11:11
Tren Nongkrong Sambil Minum Jamu di Kalangan Anak Muda Meningkat, Sedjenak Ngejamu Jadi Pilihan

Tren Nongkrong Sambil Minum Jamu di Kalangan Anak Muda Meningkat, Sedjenak Ngejamu Jadi Pilihan

Sabtu, 4 Juli 2026 11:07
Buka 24 Jam, Warkop Mbok Dasmi Modernland Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Tangerang

Buka 24 Jam, Warkop Mbok Dasmi Modernland Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Tangerang

Sabtu, 4 Juli 2026 11:02
Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Sabtu, 4 Juli 2026 10:58
Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Sabtu, 4 Juli 2026 10:47
PT KBS Bersama APTRINDO Banten Lakukan Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang

PT KBS Bersama APTRINDO Banten Lakukan Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang

Sabtu, 4 Juli 2026 11:49
Warga Kota Tangerang Perlu Tahu, Ini Cara Mengakses Layanan Ambulans Gratis 119

Warga Kota Tangerang Perlu Tahu, Ini Cara Mengakses Layanan Ambulans Gratis 119

Sabtu, 4 Juli 2026 11:11
Tren Nongkrong Sambil Minum Jamu di Kalangan Anak Muda Meningkat, Sedjenak Ngejamu Jadi Pilihan

Tren Nongkrong Sambil Minum Jamu di Kalangan Anak Muda Meningkat, Sedjenak Ngejamu Jadi Pilihan

Sabtu, 4 Juli 2026 11:07
Buka 24 Jam, Warkop Mbok Dasmi Modernland Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Tangerang

Buka 24 Jam, Warkop Mbok Dasmi Modernland Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Tangerang

Sabtu, 4 Juli 2026 11:02
Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Amir Hamzah: Masyarakat Baduy Perlu Dukungan Pembangunan Tanpa Mengabaikan Adat

Sabtu, 4 Juli 2026 10:58
Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Mengungkap Sejarah Kampung Pakojan, Kawasan yang Lahir dari Perjuangan Haji Emen

Sabtu, 4 Juli 2026 10:47

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

PT KBS Bersama APTRINDO Banten Lakukan Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang

PT KBS Bersama APTRINDO Banten Lakukan Digitalisasi Monitoring Truk Angkutan Barang

by Bayu Mulyana
Sabtu, 4 Juli 2026 11:49

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID - PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) resmi menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia...

Warga Kota Tangerang Perlu Tahu, Ini Cara Mengakses Layanan Ambulans Gratis 119

Warga Kota Tangerang Perlu Tahu, Ini Cara Mengakses Layanan Ambulans Gratis 119

by Syaiful Adha
Sabtu, 4 Juli 2026 11:11

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyediakan layanan ambulans gratis 119 untuk membantu penanganan kondisi kegawatdaruratan medis. Layanan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak