KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan sejarah baru dengan membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Nilai tersebut menjadi dividen yang terbesar sepanjang sejarah BRI sekaligus menegaskan kontribusi perseroan terhadap negara di bawah supervisi Danantara.
Keputusan pembagian dividen tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada 10 April 2026. Dividen dibagikan berdasarkan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun dari total laba tahun berjalan konsolidasian Rp57,132 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi perseroan untuk memperkuat transformasi bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional. “BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurutnya, pertumbuhan BRI tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan ekonomi kerakyatan, serta penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kinerja positif BRI juga berlanjut pada Triwulan I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun atau meningkat 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen. Di sisi pendanaan, rasio dana murah (CASA) meningkat menjadi 68,07 persen dengan nilai mencapai Rp1.058,6 triliun. Kondisi tersebut turut menurunkan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen pada periode yang sama tahun lalu.
BRI juga terus memperkuat perannya dalam mendukung program pemerintah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun.
Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar. Selain itu, penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp9,5 triliun kepada lebih dari 68 ribu debitur.
Perseroan juga meningkatkan target penyaluran KPP tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui pembinaan 5.245 Desa BRILiaN, pelayanan kepada 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta pengembangan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menilai kinerja positif bank-bank Himbara menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” kata Dony.
Editor : Rostinah











