Penulis : DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc., Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi
Muqaddimah
Musabaqah Tilawatil Qur’an (bahasa Arab: مسابقة تلاوة القرآن, disingkat MTQ) adalah festival keagamaan Islam di Indonesia yang diselenggarakan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional, bahkan internasional. MTQ bertujuan mengagungkan Al-Qur’an serta menumbuhkan kecintaan umat terhadap kitab suci tersebut.
Sejak tahun 1968, ketika Menteri Agama dijabat oleh K.H. Muhammad Dahlan (salah seorang Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), MTQ dilembagakan secara nasional. MTQ pertama kali diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadan tahun 1968.
Adapun kriteria penilaian MTQ meliputi bidang Tahfiz, yaitu mura’atul ayat, sabq lisan, tardid al-kalimat wa al-ayat, dan tamam al-qira’ah dengan nilai maksimal 50. Adapun bidang Tajwid meliputi makharij al-huruf, shifat al-huruf, ahkam al-huruf, ahkam al-madd wa al-qashr, dan tamam al-qira’ah dengan nilai maksimal 25.
MTQ juga diharapkan menjadi implementasi pembangunan masyarakat menuju terwujudnya masyarakat yang religius, maju, dan berakhlakul karimah yang berlandaskan Al-Qur’an. Selain itu, MTQ merupakan wahana silaturahmi sekaligus pendorong semangat dan minat masyarakat untuk membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi umat Islam yang buta huruf Al-Qur’an. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan mampu memahami kandungan Al-Qur’an secara mendalam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai barometer kemampuan membaca Al-Qur’an, MTQ diharapkan tidak hanya menghasilkan qari dan qariah yang memiliki bacaan yang baik, tetapi juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Al-Qur’an akan memberikan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Momentum Peningkatan Kualitas Moral Masyarakat
Selain sebagai ajang perlombaan dan penjaringan qari dan qariah yang andal, kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) seharusnya menjadi momentum peningkatan kualitas moral masyarakat. Hal ini mengingat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan mengandung nilai-nilai kebaikan yang dapat membentuk karakter masyarakat.
Kegiatan MTQ jangan hanya dipandang sebagai rutinitas seremonial semata, tetapi harus mampu menjadi momentum strategis dalam mewarnai pelaksanaan pembangunan serta membentuk perilaku dan budi pekerti masyarakat berdasarkan nilai-nilai Qur’ani.
MTQ memiliki nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus mencetak generasi Qur’ani yang modern, maju, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, diharapkan para qari dan qariah semakin mahir serta terus meningkatkan kualitas bacaannya.
Penyelenggaraan MTQ harus senantiasa diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Musabaqah ini juga dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan seni baca Al-Qur’an yang berlangsung secara berkesinambungan.
MTQ merupakan kegiatan yang telah menjadi tradisi dan melekat dalam kultur masyarakat Indonesia. Kehadirannya senantiasa memiliki daya tarik tersendiri karena selain menjadi media dakwah dan syiar Islam yang efektif, MTQ juga menjadi tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Penyelenggaraan MTQ diharapkan mampu meningkatkan kualitas tilawah para qari dan qariah sehingga siap mengikuti berbagai jenjang musabaqah. Untuk itu, pembinaan tilawatil Qur’an harus dilakukan secara intensif, berkelanjutan, dan disertai pendampingan agar hasilnya lebih optimal.
MTQ juga menjadi pendorong percepatan pembangunan di bidang keagamaan. Lantunan kalam Ilahi yang menggema selama pelaksanaan MTQ mampu menciptakan suasana religius serta memberikan kesejukan batin bagi masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan MTQ hendaknya terus diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Pelaksanaan MTQ bukanlah sekadar kegiatan seremonial atau pertunjukan yang hanya dinikmati sesaat. Lebih dari itu, MTQ diharapkan menjadi titik awal untuk membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya benar-benar menjadi pedoman hidup umat.
Semoga bermanfaat.
Penulis adalah Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten serta penulis buku Islam dalam Transformasi Kehidupan dan Kepemimpinan Pendidikan Transformasional.











