KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Menghabiskan waktu libur akhir pekan di Kota Tangerang kini semakin mudah. Dalam satu hari, masyarakat maupun wisatawan dapat mengunjungi lima landmark ikonik yang mewakili wajah Kota Tangerang, mulai dari ruang publik, wisata religi, bangunan bersejarah hingga pusat kuliner.
Kelima destinasi tersebut berada dalam jalur yang saling berdekatan sehingga dapat dijelajahi dari pagi hingga malam hari.
Perjalanan dapat dimulai dari Tugu Adipura di Jalan Jenderal Sudirman. Kawasan ini menjadi pusat kegiatan Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan dan ramai dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bersepeda maupun mengikuti berbagai aktivitas komunitas.
Dari lokasi tersebut, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Masjid Raya Al-A’zhom yang berada di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Masjid dengan kubah utama tanpa tiang penyangga itu menjadi salah satu ikon wisata religi sekaligus ruang publik yang banyak dikunjungi masyarakat.
Selanjutnya, wisatawan dapat mengunjungi Bendungan Pintu Air Sepuluh di Kecamatan Karawaci. Bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1927 tersebut hingga kini masih berfungsi mengatur aliran Sungai Cisadane dan menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah di Kota Tangerang.
Tak jauh dari lokasi itu terdapat Jembatan Berendeng atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Kaca. Jembatan ini menawarkan panorama Sungai Cisadane dari ketinggian dan menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk menikmati suasana sore hingga matahari terbenam.
Perjalanan wisata dapat ditutup dengan menikmati aneka kuliner di Kawasan Pasar Lama Tangerang. Kawasan yang berada di Jalan Kisamaun tersebut dikenal sebagai salah satu pusat kuliner legendaris dengan ratusan pilihan makanan, mulai dari kuliner tradisional hingga jajanan kekinian.
Dengan jarak antarlokasi yang relatif berdekatan, lima landmark tersebut menjadi alternatif wisata akhir pekan yang praktis bagi masyarakat. Selain menawarkan keindahan kota, setiap destinasi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan religi yang menjadi bagian dari identitas Kota Tangerang.
Editor: Bayu Mulyana








