LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berencana menjadikan Pasar Semi di Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung, menjadi pasar induk sebagai pusat distribusi dan perdagangan berbagai komoditas pangan, seperti sayuran, buah-buahan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Saat ini, Pemkab Lebak masih melakukan pembahasan secara mendalam dengan investor yang akan mengelola pasar seluas sekitar tiga hektare tersebut.
“Ya, selama ini banyak komoditas dari dalam daerah dijual ke Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, kemudian dibeli kembali oleh pedagang untuk dijual ke pasar di Lebak. Karena itu, lebih baik ada pasar induk di Lebak,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, Sabtu (18/7/2026).
Dengan keberadaan pasar induk di Lebak, para pedagang eceran, bakulan, dan pelaku usaha lainnya dapat membeli komoditas dengan harga yang lebih terjangkau sehingga bisa dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah serta menguntungkan pedagang maupun pembeli.
“Kalau sekarang kan ke Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, otomatis dari sisi harga pasti lebih tinggi karena jarak transportasinya lebih jauh,” ujarnya.
Ia mengatakan, nantinya keberadaan Pasar Semi sebagai pasar induk bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak, tetapi juga memungkinkan melayani kebutuhan daerah perbatasan seperti Pandeglang, Tangerang, Bogor, dan Serang.
“Jadi bukan hanya Lebak, tetapi bisa menarik daerah lain sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Ini tentu akan berdampak pada perekonomian, mulai dari sektor transportasi, akomodasi, dan lainnya,” ucap Widy.
Ia menjelaskan, saat ini Pemkab Lebak masih melakukan pembahasan dengan investor yang akan mengelola Pasar Semi, salah satunya terkait skema kerja sama.
“Apakah skemanya sewa tahunan atau bagi hasil, itu yang masih didalami. Mudah-mudahan tahun ini sudah selesai penentuan pihak ketiganya. Kami juga melihat ada rencana investor ini memperbaiki tata kelola rantai pasok dari petani, pedagang, hingga pembeli. Sehingga petani juga memiliki kepastian terkait penjualan hasil panennya,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











