SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Pertamina Foundation, PT Adi Askara Bumi, dan PT Link Net Tbk menanam 5.000 bibit mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Pancer, Karangantu, Kecamatan Kasemen.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam pembangunan berkelanjutan.
Walikota Serang Budi Rustandi mengapresiasi keterlibatan perusahaan swasta yang dinilai turut membantu pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Foundation, PT Adi Askara Bumi, PT Link Net Tbk, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan nyata,” kata Budi pada Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Budi, keberadaan hutan mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi kawasan pesisir maupun masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
“Hutan mangrove memiliki manfaat luar biasa, mulai dari menjaga kelestarian alam, memperbaiki kualitas udara, hingga membentengi pesisir dari ancaman abrasi,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat bibit mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya titip kepada masyarakat, mangrove yang sudah ditanam ini dirawat bersama. Jangan sampai rusak karena manfaatnya nanti akan kembali kepada masyarakat sendiri,” ucapnya.
Budi juga mengungkapkan rencana pemerintah meningkatkan akses menuju kawasan wisata mangrove Pancer.
“Insyaallah akhir tahun ini jalan yang menjadi aset negara akan kita lakukan betonisasi. Untuk jalan yang masih berada di lahan masyarakat akan kita bangun setelah proses pembebasan lahannya selesai,” katanya.
Budi mengakui kemampuan keuangan daerah masih terbatas sehingga kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan.
“APBD Kota Serang saat ini sekitar Rp 1,5 triliun, terkecil di Provinsi Banten. Namun, alhamdulillah progres pembangunan kita terus mendapat apresiasi karena banyak dibantu oleh dukungan sektor swasta melalui program seperti ini tanpa membebani APBD,” ungkapnya.
Editor: Agus Priwandono










