SERANG,RADARBANTEN.CO.OD- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang menyebut masih banyak kendaraan tambang yang tak patuh terhadap aturan jam operasional yang telah ditetapkan oleh Gubernur Banten.
Kepala Dishub Kabupaten Serang, Benny Yuarsa, mengatakan sebelumnya Pemkab Serang sudah berupaya untuk mengupayakan agar pelebaran jalan Bojonegara-Pulompel bisa segera direalisasikan.
Hasilnya, menteri PU bahkan sudah meninjau langsung kondisi jalan dan berjanji akan merealisasikan pelebaran jalan di 2027 setelah penyusunan DED dan pembebasan lahan selesai dilaksanakan.
“Tentunya perlu sedikit tambahan kesabaran untuk masyarakat, sampai nanti terlaksana apa yang menjadi keinginan masyarakat yaitu pelebaran jalan,” ujarnya.
Benny mengatakan, selama ini pihaknya menerjunkan personil untuk melakukan pengawasan terhadap aktifitas truk tambang di wilayah Bojonegara-Puloampel. “Kita setiap hari menugaskan personil di kantong-kantong parkir yang ada, mengarahkan kendaraan tambang untuk masuk ke kantong parkir,” ujarnya.
Bahkan, sudah banyak upaya penindakan. Yang dilakukan oleh Polres Cilegon untuk memberi efek jera pada pengendara yang nekad melintas diluar jam operasional. “Banyak dilakukan penindakan, kita dari Dishub membantu pelaksanaan pengawasan,” imbuhnya.
Namun demikian, Benny mengaaku masih banyak kendaraan yang membandel dan melintas diluar jam operasional yang ditetapkan. Apalagi yang bertugas hanya dari Dishub Kabupaten Serang, banyak pengendara yang tidak mematuhi himbauan yang disampaikan.
“Kadang saat jam istirahat, banyak kendaraan yang nyuri-nyuri melintas. Dulu ada sekitar 3000 kendaraan yang melintas, kondisi saat ini kita belum melakukan penghitungan kembali, mungkin ada pengurangan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana









