SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana akan segera melakukan pengisian untuk jajaran direksi PT Serang Berkah Mandiri (SBM).
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Pemkab Serang, RD Faisal Rahmansyah, mengatakan Pemkab Serang telah merampungkan proses pengisian komisaris PT SBM beberapa waktu lalu.
Setelah tahapan tersebut selesai, pihkanya akan melakukan rapat dengan Panitia Seleksi (Pansel) untuk segera lakukan pengisian jajaran direksi. “Kita rapat Pansel dulu untuk melakukan pengisian Direksi. Ini akan segera dilakukan, saat ini masih diajukan, SK nya belum turun,” katanya, Minggu 2 Agustus 2026.
Ia mengatakan, pengisian Direksi PT SBM ditargetkan akan dilakukan sesegera mungkin. Targetnya di awal Agustus akan dilakukan pengumuman untuk pendaftaran direksi.
“Tidak ada kriteria khusus, namun secara umum ada batas maksimal 55 tahun, lalu minimal sarjana. Tidak ada ketentuan khusus seperti sertifikasi dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia mengatakan, Direksi yang dibutuhkan oleh SBM saat ini ialah sosok yang memiliki visi besar memajukan badan usaha dan memiliki pengalaman mengelola bada usaha.
“Misalnya nanti kalau mau fokus ke leading sektor maka direksinya harus yang benar-benar memahami hal itu. Misalnya soal pelabuhan ya direksinya harus yang faham juga soal itu. Intinya harus bisa berfikir profit,” tegasnya.
Ia mengatakan kebutuhan direksi yang akan direkrut ialah sebanyak tiga orang. Ketiganya yakni direktur utama, direktur keuangan dan direktur teknis personal. “Kenapa dibagi tiga, perimbangannya agar tidak ada tumpang tindih kepentingan. Tidak ada overlap, jadi yang megang uang dan projek berbeda,” tegasnya.
Untuk sementara waktu, rencananya PT SBM akan berkantor di lokasi tempat tinggal komisaris di Kecamatan Bojonegara. “Yang pasti untuk kantor PT SBM akan mencari tempat yang tidak usah nyewa lagi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pemaparan dari komisaris, ada core busines akan ada satu sektor usaha yang dikuatkan yakni sektor pelabuhan. Hal itu dinilai sangat potensial untuk mencari provit.
“Targetnya akan memberikan deviden ke Pemda akan lebih besar. Bukan aneka usaha lagi, agar lebih fokus,” ujarnya.
Sejauh ini, PT SBM memiliki modal untuk usaha, yakni sebesar Rp400 juta di tabungan PT SBM. Namun karena masih dalam proses hukum, maka masih dikunci oleh pengadilan.
“Sisanya Rp400 juta untuk kegiatan operasional. Kekurangannya ini akan menjadi tanggung jawab komisaris dan direksi, pasti Pemda tidak akan memberikan penyertaan modal dulu,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak







