PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bangunan docking kapal senilai Rp1,2 Miliar di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang terbengkalai. Para nelayan tidak dapat memanfaatkan bangunan docking kapal untuk perbaikan kapal.
Biaya pembangunan dokcing kapal dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, tepatnya pada bulan Oktober pada Tahun Anggaran 2021. Selesai pembangunan, satu kali dilakukan uji coba dan setelah itu tidak bisa difungsikan lagi karena jalur relnya sudah tidak stabil dan beton penahan terkikis air laut.
Dibangun tahun 2021, awal bulan Januari 2022 sudah tidak bisa digunakan lagi hingga akhirnya membuat bangunan docking kapal menjadi terbengkalai.
Para nelayan menduga bahwa pihak pelaksana pembangunan saat itu tidak profesional. Sebab hasil konstruksi yang sudah terpasang tidak kuat menahan beban motor/kapal dengan posisi rel yang tidak kuat dan mudah bergeser.
Lalu baud penahan rel yang sudah hilang dan cor beton landasan rel sudah menghilang terkikis air laut.
Salah satu nelayan Desa Teluk, Ali Hambali mengatakan, bangunan docking kapal sudah lama dibangun.
“Berfungsi hanya sebentar, hanya saat uji coba. Saat itu juga kapal motor nelayan sampai ambruk gak kuat nahan beban,” katanya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ali menerangkan, kalau keberadaan bangunan docking kapal sangat penting bagi nelayan. Saat akan melakukan perbaikan mesin atau lambung kapal.
“Adanya bangunan docking mempermudah nelayan saat akan menarik kapal ke daratan maupun sebaliknya menurunkan kapal ke perairan. Tapi ini sudah tidak berfungsi semenjak pertama kali selesai dibangun,” katanya.
Tidak ada hanya docking, nelayan harus mengeluarkan biaya besar untuk menurunkan kapal masuk ke perairan. Seperti halnya kemarin itu terpaksa harus sewa alat berat berupa beko.
“Karena kemarau tepi pantai menjadi surut. Jadi sampai harus sewa alat berat seharga Rp5 juta untuk nurunin kapal baru selesai perbaikan,” katanya.
Editor: Abdul Rozak












