KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan bendera Merah Putih di sejumlah lapak musiman di Kabupaten Tangerang belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pedagang mengaku penjualan tahun ini lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang bendera musiman, Wawan, mengatakan lesunya penjualan diduga dipengaruhi maraknya transaksi melalui platform belanja daring. Menurutnya, harga bendera yang dijual di toko online umumnya lebih murah sehingga banyak masyarakat memilih berbelanja secara digital.
“Kalau penjualan tahun sekarang agak sepi, tidak seperti tahun-tahun kemarin. Pengaruh online kayaknya, karena jualnya lebih murah,” kata Wawan saat ditemui wartawan Radar Banten di lapaknya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Meski demikian, Wawan menilai kualitas bendera yang dijual di lapaknya lebih baik dibandingkan produk yang banyak dipasarkan secara daring, terutama dari sisi bahan kain.
Di lapaknya, bendera Merah Putih dijual dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung ukuran dan kualitas bahan. Sementara itu, umbul-umbul dibanderol Rp15 ribu hingga Rp30 ribu, sedangkan bendera sepanjang lima meter dijual seharga Rp10 ribu.
Wawan mengaku telah berjualan bendera musiman di Kabupaten Tangerang selama hampir lima tahun. Di luar musim peringatan HUT RI, ia menjalankan usaha warung kopi di Jakarta.
Menurutnya, lapak bendera biasanya mulai beroperasi sejak awal Agustus hingga sekitar 15 Agustus, sedangkan penjualan berakhir pada 16 Agustus atau sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan.
Dari sisi pendapatan, omzet penjualan saat ini hanya berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per hari. Nilai tersebut masih merupakan omzet kotor yang belum dipotong biaya modal.
Padahal, pada musim penjualan di tahun-tahun sebelumnya, omzet yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp5 juta per hari.
“Tahun kemarin itu kalau lagi ramai bisa sampai Rp5 juta sehari. Sekarang memang menurun karena pengaruh penjualan online,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda

