SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivitas pembakaran material yang diduga berupa gas air mata kedaluwarsa di wilayah Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, dikeluhkan warga. Asap dan bau dari pembakaran tersebut disebut menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak napas dan iritasi mata.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, aktivitas pembakaran tersebut berlangsung selama hampir tiga hari di area yang disebut berada di lokasi tambang di Desa Batukuda.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, pada awalnya masyarakat mendapat informasi bahwa material yang dibakar merupakan amunisi kedaluwarsa.
“Awalnya kita diberi informasi bahwa kegiatannya pembakaran amunisi yang sudah expired,” katanya, Sabtu, 8 Agustus 2026 dini hari.
Namun, setelah warga meminta penjelasan lebih lanjut, mereka mendapat informasi bahwa material yang dibakar berupa gas air mata kedaluwarsa.
“Setelah kami desak, dia baru ngomong bahwa yang dibakar itu gas air mata yang expired, 100.000 infonya,” ujarnya.
Menurut warga tersebut, aktivitas pembakaran pada dua hari pertama belum menimbulkan gangguan berarti. Kondisi berubah pada malam ketiga ketika asap dan bau dari lokasi pembakaran mulai dirasakan warga.
Warga kemudian mendatangi Balai Desa Batukuda sekitar pukul 22.00 WIB untuk meminta penjelasan. Sedikitnya empat RT, yakni RT 09, RT 12, RT 13, dan RT 14, menyampaikan keberatan. Wilayah yang disebut terdampak mencapai lima RT.
“Warga datang ke balai desa minta penjelasan. Dari pihak desa menjelaskan bahwa ini tidak ada pemberitahuan,” katanya.
Karena asap semakin mengganggu, warga meminta aktivitas pembakaran dihentikan. Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas pemadam kebakaran disebut datang ke lokasi untuk membantu penanganan.
Warga kemudian melakukan evakuasi secara mandiri menggunakan kendaraan koperasi desa. Sekitar 100 orang disebut mengungsi sementara akibat kondisi tersebut.
“Kurang lebih warga pengungsi sekitar 100-an orang. Gejalanya sesak napas, sulit napas, dan sakit atau perih mata,” ujarnya.
Selain itu, sekitar 10 warga disebut sempat mendapatkan penanganan medis, di antaranya di Klinik Tazkiya dan rumah sakit di wilayah Cilegon.
Hingga Sabtu pagi, kondisi warga dilaporkan mulai membaik setelah aktivitas pembakaran dihentikan sementara.
Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan antara warga dan perwakilan kepolisian di Balai Desa Batukuda. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah tuntutan masyarakat yang dituangkan dalam notulen kesepakatan, termasuk permintaan agar aktivitas pembakaran dihentikan sementara.
Radar Banten juga berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Kepala Desa Batukuda, Sabit. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan keterangan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Imam mengaku masih mencari informasi mengenai kejadian tersebut.
“Saya juga lagi nyari infonya dulu,” katanya singkat.
Reporter: Adam Fadillah Editor: Aas Arbi

