• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kabupaten Serang

Pembakaran Gas Air Mata Kedaluwarsa di Mancak Dikeluhkan Warga, Ratusan Orang Dievakuasi

Adam Fadillah by Adam Fadillah
Sabtu, 8 Agustus 2026 09:20
in Kabupaten Serang, Utama
Pembakaran Gas Air Mata Kedaluwarsa di Mancak Dikeluhkan Warga, Ratusan Orang Dievakuasi

Aktivitas pembakaran material yang diduga gas air mata kedaluwarsa di Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivitas pembakaran material yang diduga berupa gas air mata kedaluwarsa di wilayah Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, dikeluhkan warga. Asap dan bau dari pembakaran tersebut disebut menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak napas dan iritasi mata.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, aktivitas pembakaran tersebut berlangsung selama hampir tiga hari di area yang disebut berada di lokasi tambang di Desa Batukuda.

RelatedPosts

Tambang Ilegal Kembali Beroperasi di Perhutani Lebak, Polda Banten Amankan 8 Pekerja

Tambang Ilegal Kembali Beroperasi di Perhutani Lebak, Polda Banten Amankan 8 Pekerja

Kamis, 24 September 2026 11:16
Bukan Sekadar Bantuan, PT Indah Kiat Sulap Limbah Jadi Barang Ekspor

Bukan Sekadar Bantuan, PT Indah Kiat Sulap Limbah Jadi Barang Ekspor

Kamis, 24 September 2026 09:29
Inovasi Kemudahan Layanan Kesehatan RSUD Banten Diganjar Penghargaan

Inovasi Kemudahan Layanan Kesehatan RSUD Banten Diganjar Penghargaan

Kamis, 24 September 2026 07:59
Rifky Hermiansyah Raih Radar Banten Award 2026, Dorong Investasi Lewat Program Investasi Banten Tumbuh

Rifky Hermiansyah Raih Radar Banten Award 2026, Dorong Investasi Lewat Program Investasi Banten Tumbuh

Kamis, 24 September 2026 07:21

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, pada awalnya masyarakat mendapat informasi bahwa material yang dibakar merupakan amunisi kedaluwarsa.

“Awalnya kita diberi informasi bahwa kegiatannya pembakaran amunisi yang sudah expired,” katanya, Sabtu, 8 Agustus 2026 dini hari.

Namun, setelah warga meminta penjelasan lebih lanjut, mereka mendapat informasi bahwa material yang dibakar berupa gas air mata kedaluwarsa.

“Setelah kami desak, dia baru ngomong bahwa yang dibakar itu gas air mata yang expired, 100.000 infonya,” ujarnya.

Menurut warga tersebut, aktivitas pembakaran pada dua hari pertama belum menimbulkan gangguan berarti. Kondisi berubah pada malam ketiga ketika asap dan bau dari lokasi pembakaran mulai dirasakan warga.

Warga kemudian mendatangi Balai Desa Batukuda sekitar pukul 22.00 WIB untuk meminta penjelasan. Sedikitnya empat RT, yakni RT 09, RT 12, RT 13, dan RT 14, menyampaikan keberatan. Wilayah yang disebut terdampak mencapai lima RT.

“Warga datang ke balai desa minta penjelasan. Dari pihak desa menjelaskan bahwa ini tidak ada pemberitahuan,” katanya.

Karena asap semakin mengganggu, warga meminta aktivitas pembakaran dihentikan. Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas pemadam kebakaran disebut datang ke lokasi untuk membantu penanganan.

Warga kemudian melakukan evakuasi secara mandiri menggunakan kendaraan koperasi desa. Sekitar 100 orang disebut mengungsi sementara akibat kondisi tersebut.

“Kurang lebih warga pengungsi sekitar 100-an orang. Gejalanya sesak napas, sulit napas, dan sakit atau perih mata,” ujarnya.

Selain itu, sekitar 10 warga disebut sempat mendapatkan penanganan medis, di antaranya di Klinik Tazkiya dan rumah sakit di wilayah Cilegon.

Hingga Sabtu pagi, kondisi warga dilaporkan mulai membaik setelah aktivitas pembakaran dihentikan sementara.

Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan antara warga dan perwakilan kepolisian di Balai Desa Batukuda. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah tuntutan masyarakat yang dituangkan dalam notulen kesepakatan, termasuk permintaan agar aktivitas pembakaran dihentikan sementara.

Radar Banten juga berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Kepala Desa Batukuda, Sabit. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan keterangan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Imam mengaku masih mencari informasi mengenai kejadian tersebut.

“Saya juga lagi nyari infonya dulu,” katanya singkat.

Reporter: Adam Fadillah Editor: Aas Arbi 

Tags: desa batukudaGas Air Mata Kedaluwarsakabupaten serangMancakPembakaran Gas Air Mata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Gerakan Langit Biru, Demokrat Kabupaten Serang Bersihkan Tumpukan Sampah di Lebak Wangi

Next Post

Dampingi Kapolda Banten Jumling, Kapolresta Serang Kota : Bentuk Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Next Post

Dampingi Kapolda Banten Jumling, Kapolresta Serang Kota : Bentuk Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Deden Syukron wafat

Tokoh Kabupaten Tangerang Deden Syukron Tutup Usia

Rabu, 23 September 2026 14:26
tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, DPRD Minta Dipotong

Selasa, 22 September 2026 13:14
Kejari Serang

Buron Dua Tahun, Terpidana Penggelapan Ditangkap Kejari Serang

Rabu, 23 September 2026 08:26
tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, Dimyati: Kita Evaluasi

Selasa, 22 September 2026 14:06
Penadahan modul tower

Pengadilan Negeri Serang Vonis Lisa 3 Bulan 15 Hari Kasus Modul BTS

Rabu, 23 September 2026 09:03
Tukin Kepala Sekolah Banten

Anggota Komisi V DPRD Banten Tolak Pemotongan Tukin Kepala Sekolah Rp14,5 Juta

Rabu, 23 September 2026 14:32
Neng Siti Julaeha Dikukuhkan Jadi Ketua DPW PPP Banten, Berambisi 2029 Hijaukan Banten

Neng Siti Julaeha Dikukuhkan Jadi Ketua DPW PPP Banten, Berambisi 2029 Hijaukan Banten

Selasa, 22 September 2026 10:46

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

DPRD Tangerang Rekomendasikan PT KKM Hentikan Operasional Sementara

DPRD Tangerang Rekomendasikan PT KKM Hentikan Operasional Sementara

by Mulyadi
Kamis, 24 September 2026 12:03
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Demokrat, Nonce Thendean, menggelar rapat dengar pendapat...

Perjuangkan Kesejahteraan Guru, Fahru Rizal Dapat Penghargaan Radar Banten Awards 2026

Perjuangkan Kesejahteraan Guru, Fahru Rizal Dapat Penghargaan Radar Banten Awards 2026

by Purnama Irawan
Kamis, 24 September 2026 11:41
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Provinsi Banten Fahru Rijal merupakan salah satu...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.