SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki usia ke-19, Kota Serang di bawah kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi mulai memperkuat pembangunan melalui sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi dengan pihak swasta melalui CSR hingga penguatan sektor pendidikan dan kesehatan menjadi bagian dari upaya mendorong Kota Serang semakin maju.
Salah satu langkah yang mulai diwujudkan yakni peluncuran program home care melalui dukungan CSR Universitas Primagraha (UPG) Kota Serang.
Program tersebut memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan layanan medis di rumah.
Budi mengatakan, masyarakat yang membutuhkan pelayanan cukup menghubungi Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Serang maupun puskesmas.
Apabila kondisi pasien memungkinkan untuk mendapatkan pelayanan di rumah, tim medis akan mendatangi langsung kediaman warga.
“Tim dari Puskesmas dan RSD akan datang langsung ke rumah, memberikan pelayanan kesehatan sekaligus obat-obatan secara gratis,” kata Budi saat Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Kota Serang, Senin, 10 Agustus 2026 kemarin.
Menurut Budi, hadirnya program tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan Kota Serang tidak hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah, tetapi juga diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan perguruan tinggi.
Dalam momentum HUT ke-19 Kota Serang, Pemkot Serang juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pemberi CSR yang selama ini telah bersinergi dalam mendukung program pembangunan daerah.
Selain kesehatan, Budi juga menjadikan pendidikan sebagai salah satu fokus utama pembangunan.
Pemkot Serang saat ini menjalankan program satu kelurahan satu sarjana sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Program tersebut nantinya akan diperkuat dengan rencana program satu kecamatan satu dokter yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun depan.
Budi mengatakan, program satu kecamatan satu dokter secara khusus diarahkan untuk masyarakat kurang mampu yang memiliki kemampuan sekaligus keinginan kuat untuk menempuh pendidikan kedokteran.
“Kita ingin sektor kesehatan ini didukung oleh masyarakat yang memiliki keinginan tinggi untuk menjadi dokter,” ujarnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Serang tengah menyusun nota kesepahaman (MoU), termasuk draf kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Kota Serang.
Budi menilai penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan penting dilakukan agar kebutuhan tenaga medis di Kota Serang dapat dipenuhi dari putra-putri daerah.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama Pemkot Serang. Penataan wajah kota terus didorong seiring posisi Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
Budi berharap penataan Kota Serang dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Gubernur Banten Andra Soni.
Selain infrastruktur, Pemkot Serang juga mulai mempersiapkan penataan transportasi yang ditargetkan menjadi salah satu agenda penting pada 2027.
Penataan transportasi dinilai penting untuk menunjang pertumbuhan kota sekaligus mempersiapkan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten yang semakin representatif.
Budi mengatakan, berbagai capaian dan program tersebut tidak dapat diwujudkan pemerintah sendirian. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, perguruan tinggi dan masyarakat.
“Yang paling penting adalah dukungan moral dan dukungan dari masyarakat Kota Serang. Tanpa dukungan masyarakat, semua ini tidak akan terwujud dengan baik dan cepat,” katanya.
Editor: Agus Priwandono












